Program Banyuasin Bangkit Terbukti Kuatkan Ummat di Massa Pandemi

PALEMBANG — Tak bisa dipungkiri hampir semua UMKM di masa pandemi COVID-19 ini terkena imbas, termasuk di Kabupaten Banyuasin. Hal ini berusaha dituntaskan oleh Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH dengan berbagai program terobosan dan inovasi yang telah di implementasikan.

Termasuk beberapa waktu yang lalu Kabupaten Banyuasin dinobatkan sebagai Produsen beras No. 04 di Indonesia, dengan pencapaian ini diharapkan mampu mengatasi perekonomian warga terdampak COVID-19.

“Sebagai produsen beras no.04 di Indonesia Kami memiliki peluang besar untuk menjadi produsen padi No. 01 di Indonesia mengingat masih banyak luas lahan tanam yang masih bisa kami manfaatkan kedepan,” tegas Askolani saat hadir sebagai narasumber pada Seminar dan Lokakarya Membangun Sinergi Para Pihak (Pemerintah Daerah,
Pelaku Usaha, CSO dan Masyarakat) untuk Kemajuan Ekonomi Umat di Era New Normal (Covid-19) yang diselenggarakan PWNU Sumsel bersama LAZISNU Dengan Tema “Program dan Kebijakan Pemajuan Ekonomi Umat Kabupaten Musi Banyuasin di Era New Normal di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Selasa (15/9/2020).

“Di Kabupaten Banyuasin ada juga Program Banyuasin Prima. Program kami ini bergerak secara intensif bersama DPUKM dalam melakukan pemberian dan memfasilitasi pelaku-pelaku Usaha UMKM disegala bidang usaha salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan pihak Perbankan yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin “, ungkapnya.

Askolani menambahkan dimasa pandemi Covid ini Kabupaten Banyuasin tengah menggeliatkan usaha-usaha UMKM, usaha Mikro dan Usaha Super Mikro menyalurkan bantuan dari Presiden, Kementrian dan BRI yang berkaitan dengan dana KUR. Diharapkan dengan dana KUR yang ada di sektor pertanian peternakan dan usaha lainya di Kabupaten Banyuasin dapat terserap sebanyak-banyaknya sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin.

“Beberapa waktu yang lalu juga bantuan dari presiden telah disalurkan dan ada juga bantuan dari Kabupaten Banyuasin serta KUR Super mikro dari BRI. Alhamdulillah dengan adanya program ini bisa membantu mensejahterakan UMKM yang ada di Banyuasin sehingga Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera dapat benar-benar terwujud”, jelasnya.

Kemudian, dalam program pokok andalan Banyuasin Bangkit kami memiliki beberapa gerakan seperti menanam sayur di pekarangan rumah hingga berternak ayam dan bebek dirumah.

“Mungkin gerakan kami ini keliatannya kecil namun dampaknya sangat besar apalagi di tengah Pandemi seperti sekarang saat semua orang takut dan was-was untuk kepasar”, tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi (Cak Amir) didampingi Ketua LAZISNU Anwar Sadat mengaku takjub dengan apa yang sudah di implementasikan Bupati Askolani dalam membantu ekonomi umat di tengah pandemi.

“Kiranya ini bisa diikuti Kepala Daerah lainnya di Indonesia terutama di Sumsel, sehingga perekonomian ekonomi umat bisa tertolong di tengah COVID-19,” sebutnya.

Cak Amir menambahkan, dibutuhkan keseriusan dan komitmen yang tinggi dari Kepala Daerah agar benar-benar perekonomian umat bisa stabil. “Banyuasin sudah merealisasikannya, semoga diikuti daerah lain,” tandasnya.

Turut Hadir Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Setda I OKI Drs. H. Antonius Leonardo, M. Si serta Moderator Dosen FISIP Unsri, Dr Muhammad Husni Thamrin.