Harga Karet: Banyuasin Genjot Peningkatan UPPB

SEMBAWA –Kabupaten Banyuasin mempercepat peningkatan jumlah Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan olah karet atau UPPB di setiap Kecamatan Penghasil Karet. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono, SH dalam acara Kunjungan Komisi IV DPR-RI Renny Astuti di Desa Lalang Sembawa, Kamis 23 Juli 2020.

Dinamika Sektor Perkebunan terutama Karet berada dalam perubahan lingkungan strategis menuju ke persaingan pasar yang semakin kompetitif dan telah memaksa setiap negara untuk membuka segala rintangan perdagangan dan investasi serta membuka ekspor – impor sehingga persaingan pasar semakin ketat menyebabkan terjadi persaingan pasar regional/internasional terhadap pasar domestik.

Wabup Slamet mengatakan dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini petani kembali terpuruk dan berdampak pada Harga Karet (BOKAR) untuk itu Pemkab Banyuasin dalam upaya meningkatkan harga jual karet dengan cara memperpendek rantai pemasaran dari produk (Petani) ke konsumen ( Pabrikan), menjaga stabilitas harga ditingkat petani dengan cara penguatan kelembagaan, mendorong kemitraan antara petani dengan pihak ketiga, dan membentuk UPPB.

” Karet luar biasa di Banyuasin, saat ini di Banyuasin ada 69 UPPB. Kalo sawit konglomeratnya perusahaan besar sedangkan karet adalah rakyat sehingga perlu diperhatikan lebih agar dapat bersaing di dunia”, Katanya.

Lanjut Slamet, Saat ini jumlah komoditi karet di Kabupaten Banyuasin memiliki jumlah produksi terbesar pertama di sektor perkebunan rakyat selain kelapa sawit, Kelapa, Kopi, Kakao dengan luas 97.071, 77 Ha dengan hasil Produksi 102.786,00 Ton.

“Kita harus berpacu dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas, harus dipacu sehingga karet bisa mendunia seperti di tahun 2004, karet sampai 20.000 perkilo merosot saat ini antara 13 -14 ribu. Untuk itu kami terus berusaha agar mutu karet di Kabupaten Banyuasin bisa kita tingkatkan agar petani sejahtera sejalan dengan Program Banyuasin Bangkit yaitu Petani Bangkit”,

Sementara itu Komisi IV anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil I Sumsel, Renny Astuti SH SpN mengatakan kunjungannya kali ini merupakan hal yang tepat untuk para petani dalam menyampaikan keluhan dan aspirasi yang dirasakan masyarakat agar dapat disampaikan langsung ke pusat.

Ia menjelaskan baik Pemerintah Provinsi atau Kabupaten yang terlibat dalam perbaikan harga maupun peningkatan kualitas bokar petani tetapi para Camat dan Kepala Desa juga harus berperan aktif membantu petani.

“Kami di DPR RI sedang berusaha untuk meningkatkan produksi karet karena dimasa pandemi Covid-19 masyarakat sudah mendapatkan kesulitan jadi kalau tidak ada bantuan dari Pemerintah seperti pemberian pupuk misalnya tidak mungkin Masyarakat bisa meningkatkan produksi karetnya.

Untuk diketahui di Kabupaten Banyuasin Saat ini ada 69 UPPB tapi baru mendapatkan bantuan pembangunan gedung UPPB 9 unit (8 dari APBN dan APBD).

Gapkindo Provinsi Sumsel Dr. Ir Nurrahmadi, Ms menambahkan “Dengan adanya UPPB masyarakat dengan Pabrik sehingga masyarakat tidak dirugikan karena jika tidak ada UPPB terlalu banyak rantai untuk sampai kepabrik pada masyarakat. UPPB memiliki sistem lelang dan telah menjadi mitra kami”, tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama Gedung UPPH Unit Pengelolaan Hasil dan Pemasaran Bahan Olahraga Karet di Desa Lalang Sembawa
Serta penyerahan Gerobak Dorong 20 unit, Pembeku Lateks 200 L, Bakal Pembeku 20 Buah, Mangkok Plastik 10.000 buah, Cincin Mangkok 10.000 buah, Pisau Sadap 20 buah, Timbangan Duduk 1 buah, dan Gancu 20 buah kepada UPPB Jaya Berkah Kencana.

Turut hadir Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dedi Junaidi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel H. Fahrurozi Rais, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Idil Fitriyadi, Camat Sembawa Hj. Nurlaila, mewakili Kepala Dinas Pertanian Banyuasin Sarjono, Asosiasi Petani Karet Nasional Roisin, Gapkindo Provinsi Sumsel Dr. Ir Nurrahmadi, Ms, Kelompok UPPB Maju Bersama Ngadiran Santoso dan Kelompok UPPB Jaya Berkah Kencana H. Jumirin