Dipimpin Askolani-Slamet, Banyuasin Kini Jadi “Kiblat” Nasional

PANGKALAN BALAI — 10 April 2020 genap berusia 18 tahun, usia remaja yang terus bersolek agar tampil gagah dengan berbagai pembangunan sehingga saat ini menjadi perhatian nasional, salah satunya menjadi daerah penyumbang beras terbesar nomor 4 nasional yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI dengan total produksi produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton. Capaian ini menempatkan Kabupaten Banyuasin berada diurutan pertama di Provinsi Sumsel dan nomor satu di Pulau Sumatera.

Kabupaten Banyuasin juga, menjadi daerah peraih penghargaan Dukcapil Hebat dari Kementerian Dalam Negeri RI karena inovasi pelayanan administrasi kependudukan terbaik se Indonesia. Serta satu-satu Kabupaten pemegang Museum Rekor (MURI) sebagai Kabupaten pengisian SPT Tahunan Serentak dan Terbanyak tahun 2020.

Tahun 2019, Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet ditetapkan Kementerian PUPR sebagai kepala daerah yang paling berkomitmen terhadap pembangunan infrastruktur.

Dan secara pelaporan keuangan, Kabupaten Banyuasin berhasil mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 9 kali berturut-turut sejak tahun 2011 dari Badan Pemeriksaan Keuangan RI (BPK). Dan opini WTP ke 9 diberikan Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel Harry Purwaka kepada Bupati Banyuasin H Askolani SH MH dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 kepada Pemerintah Kabupaten di Kantor BPK RI Palembang, Rabu (24/6/2020) lalu.

Dengan torehan prestasi tersebut, Kabupaten yang berjuluk Bumi Sedulang Setudung yang dipimpin Bupati H Askolani SH MH dan Wakil Bupati H Slamet SH kini menjadi “kiblat” atau perhatian Nasional, menjadi tempat bagi daerah lain di tanah air untuk mengadopsi kebijakan, sistem dan ilmu teknologi yang sudah diterapkan.

Kabupaten yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2002 merupakan Kabupaten hasil pemekaran yang boleh dibilang masih berusia muda namun prestasi dan geliat pembangunannya melampaui Kabupaten yang sudah berusia jauh lebih tua dari Kabupaten Banyuasin.

Meskipun memiliki luas wilayah 11.875 kilometer persegi dengan 21 kecamatan, 288 desa dan 17 kelurahan dengan 60 persen lebih wilayah perairan eks transmigrasi yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam proses pembangunan karena harus ekstra dan penbiayaan yang cukup mahal, namun saat ini dengan visi misi Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera dengan tujuh program andalan Infrastruktur Bagus, Banyuasin Cerdas, Banyuasin Sehat, Banyuasin Prima, Banyuasin Terbuka, Petani Bangkit dan Banyuasin Religius. Kabupaten Banyuasin terus menuju kemajuan, meningkatkan daya saing, pembangunan yang merata dan berkeadilan serta pelayanan prima kepada masyarakat.

INFRASTRUKTUR BAGUS

Kondisi jalan Kabupaten sepanjang 1.198,6 Kilometer yang tersebar di 288 desa dan 17 kelurahan, hampir 80 persen dalam kondisi rusak baik rusak ringan, sedang maupun rusak berat dengan badan jalan berkubang lumpur sehingga sangat menyulitkan perekonomian masyarakat. Namun dengan kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas Bupati Askolani dan Wabup H Slamet melalui program Infrastruktur Bagus, kondisi itu sudah mulai berubah, senyum masyarakatpun sudah terlihat manis, karena jalan-jalan sudah dibangun baik dengan pengerasan angregat, aspal hotmix hingga pengecoran bertulang.

Ketujuh jalan poros itu, Jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kecamatan Betung sepanjang 12 Km realisasi 11,078 KM, Jalan Poros Muara Padang- Muara Sugihan Kecamatan Muara Padang sepanjang 21 Km realisasi 19, 805 KM, Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 10, 910 Km terealisasi 10,697 Km.

Kemudian, Jalan Poros Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh menuju Kecamatan Pulau Rimau sepanjang 18, 110 Km realiasi 17,380 Km, Pengecoran jalan poros Sungai Dua – Prajen Kecamatan Rambutan sepanjang 3.50 Km realisasi 3,320 KM, Pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III sepanjang 10,742 Km realiasi 11.078 km dan pengecoran jalan poros Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa sepanjang 3,365 Km realiasi 2,788 Km.

Kita lihat saja, tujuh jalan poros yang dibangun Bupati Askolani dan Wabup H Slamet, ini membuka asa baru bagi masyarakat. Bayangkan belasan tahun lalu mereka harus berjibaku melawan lumpur, dan menginap dijalan sudah jadi tradisi karena kondisi jalan yang rusak parah, sebut saja jalan poros Muara Padang, Air Saleh, Muara Sugihan, jalan poros Pulau Rimau. Namun sekarang lumpur sudah jadi coran semen yang mulus. Dulu postingan di media sosial jalan berlumpur dengan mobil tepater kini postingan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati jalan mereka sudah mulus berseleweran di akun-akun media sosial.

Dari data Dinas PUTR, Total jalan Kabupaten sepanjang 1.198,6 Kilometer, tahun 2019 yang sudah dibangun 55,15 persen atau 661,03 Kilometer. Target tahun 2020 berdasarkan IKU Dinas PUTR 78,03 persen atau sepanjang 935,26 kilometer. Dan sampai Triwulan I tahun 2020 ini mencapai 56,42 persen atau sepanjang 676,25 kilometer.

Untuk bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah dilakukan triwulan I tahun 2020 sebanyak 3.690 rumah, dari total RTLH 43.827 rumah. Rencana percepatan penanganan RTLH ini dibiayai APBD 2.500 rumah, APBN 2000 rumah, Baznas 25 rumah, CSR 1.500 rumah, Aspirasi 900 Rumah, Bahkan untuk membuat kebijakan Eselon II dilingkup Pemkab Banyuasin membangun 64 rumah dan Camat 21 rumah. Serta menggunakan Dana Desa 5-10 unit rumah setiap desa sehingga total 3.040 rumah.

Hanya dimasa kepemimpinan Askolani-Slamet, Dana Desa diminta bangun rumah tidak layak huni, dimana setiap desa 5-10 rumah setiap tahun.

BANYUASIN TERBUKA

Pelayanan Publik di Kabupaten Banyuasin di nomorsatukan dimasa Bupati Askolani dan Wabup H Slamet, hasilnya makin baik dan diakui Nasional ini terbukti dengan penghargaan Dukcapil Hebat dari Kemendagri RI tahun 2019. Ini menunjukan program Banyuasin Terbuka sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Di sektor administrasi kependudukan, Disduk Capil Banyuasin kerja keras dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan brilian seperti pelayanan e-KTP satu hari selesai (LANSRI), buka pelayanan sabtu dan minggu (BUK SAMING), Dinas Dukcapil Lembur Malam (DUKCAPIL TEMALAM), pelayanan administrasi kependudukan jemput bola (PAK JOLA), rekam dan cetak langsung di tempat (CEK LADIPA), memfasilitasi pindah datang warga luar yang sudah berdomisili di Banyuasin (MAKAN PINDANG WANG SUMIBA) dan menempatkan petugas mengecek dan link data cek Lida di BPJS Kesehatan.

Tidak hanya itu, untuk mempermuda pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini terpusat di Kota Pangkalan Balai, kini sudah dibentuk 21 UPTD Dukcapil di 21 Kecamatan dan membuka pelayanan Sembilang di OPI Mall Jakabaring Selatan Kecamatan Rambutan sehingga masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan sambil belanja dan reakreasi bersama keluarga.

Kemudian, pelayanan publik yang telah dilakukan Dinas Sosial berupa pelayanan pemberian rekomendasi BPJS, pelayanan pemberian rekomendasi surat terhadap orang lanjut usia terlantar, pelayanan pemberian rekomendasi izin pendirian panti asuhan, pelayanan pemberian rekomendasi izin mengadopsi anak dan pelayanan peberian rekomendasi izin undian gratis berhadiah.

BANYUASIN SEHAT

Pelayanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian, Pemkab Banyuasin melalui Dinas Kesehatan membuat berbagai terobosan pelayanan mulai dari Dokter masuk desa yang memberikan pelayanan pengobatan secara gratis dan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan pemberian makanan tambahan kepada masyarakat di 288 desa dan 17 Kelurahan, daerah terpelosok, terdepan dan terjauhpun seperti Desa Tanah Pilih di Kecamatan Banyuasin II sudah terlayani dengan baik. Kemudian berobat gratis di 33 Puskesmas, dua RS Pratama dan RSUD.

Bahkan Pemkab Banyuasin sudah menjalin kerjasama dengan enam Rumah Sakit untuk melayani masyarakat yakni RS Pelabuhan, RS Bari, RS Muhammadiyah, RS Siti Khodijah, RS Muhammad Hoesin Palembang dan RSUD Banyuasin. Masyarakat yang tidak mampu biaya berobat ditanggung Pemkab Banyuasin dengan cukup menunjukkan KTP Elektronik Kabupaten Banyuasin.

Dari berbagai terobosan tersebut, hasilnya sangat baik, dimana angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami kenaikan 0,50 dimana tahun 2018 66,40 menjadi 66,90 tahun 2019. Ini pertanda 4 indikator IPM diantaranya Angka Harapan Hidup tahun 2018 dari 68,55 tahun menjadi 68.76 tahun pada 2019.

Begitu juga upaya penekanan jumlah Stunting membuahkan hasil yang sangat baik berdasarkan hasil survey Balita Indonesia tahun 2019, diketahui bahwa balita stunting di Kabupaten Banyuasin turun menjadi 28, 28 persen. Sebelumnya berdasarkan hasil survey pemantauan status gizi PSG, Kabupaten Banyuasin urutan tertinggi balita stunting di Sumsel dengan 32,8 persen. Dan pada tahun 2018 berdasarkan hail riset kesehatan dasar, diperoleh bahwa balita stunting di Kabupaten Banyuasin turut menjadi 29,3 persen, berada di urutan ke 13 dari 17 Kabupaten/kota di Provinsi Sumsel.

PETANI BANGKIT

Kabupaten Banyuasin posisi keempat nasional sebagai Kabupaten produksi beras tertinggi yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI sebagai bukti dari keberhasilan program Petani Bangkit yang dijalankan selama ini.

Hebatnya lagi, Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk Top Ten daerah penghasil beras terbesar di Indonesia. Dan sekaligus satu-satunya di Pulau Sumatera.

Kabupaten yang dipimpin Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet dengan program SERASI terbesar di Indoensia ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).

Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha. Empat kecamatan potensial untuk dikembangkan Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan.

Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020 sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional.

Maka Pemkab Banyuasin terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4, penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan extensifikasi lahan produktif, peeluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.

Kemudian menyediakan saran panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertical Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.

Dan tahun 2020 akan membuka penerimaan Petugas Penyuluh Lapangan untuk melakukan pendampingan petani secara intens dengan target 1 desa 1 PPL.

Selanjutnya Program Satu KK Satu Sapi dan kerbau terus digulirkan, sejauh ini sudah 111 ekor sapi yang diberikan kepada 12 kelompok tani yang tersebar di 6 kecamatan dan 10 ekor kerbau untuk kelompok tani di Lubuk Karet Kecamatan Betung.

BANYUASIN CERDAS

Pendidikan yang berkualitas dan bermutu harus terlaksana demi menghasilkan SDM yang unggul siap bersaing. Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati memberikan secara gratis peralatan sekolah bagi siswa kelas I SD dan Kelas I SMP seperti seragam sekolah, buku, dan tas. Memberikan tunjangan tambahan bagi para guru honorer, menjamin tunjangan sertifikasi para guru ASN, melengkapi peralatan disekolah seperti laboratorium, alat peraga dan lainnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Banyuasin juga menjalin kerjasama dengan sejumlah Universitas untuk mendidik anak-anak Banyuasin berbasis ilmu umum teknologi dan tahfiz Al Quran dengan cara bea siswa seperti Univesitas Uniten Malaysia dan Politeknik negeri Sriwijaya Banyuasin sudah menyediakan beasiswa geratis yang biayanya di tanggung pihak politeknik sebanyak 24 orang mahasiswa kurang mampu yang berprestasi, dan beasiswa 50 persen ditanggung biaya kuliah untuk mahasiswa kurang mampu sebanyak 80 orang mahasiswa. Sedangkan dari pemerintah kabupaten Banyuasin memerintahkan kepada seluruh OPD untuk menerima setiap mahasiswa yang melakukan penelitian di OPD sesuai dengan kejurusan masing-masing.

Pemkab Banyuasin juga memberikan dana Hiba ke Politeknik Negeri Sriwijaya sebesar 5 Miliar untuk beasiswa dan operasional Politeknik Sriwijaya Kabupaten Banyuasin.

Capaian Banyuasin Cerdas dapat dilihat dalam upaya pencapaian Indeks pembangunan Manusia Kabupaten Banyuasin yang sampai tahun 2019 telah mencapai sebesar 66,90 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 66,40. Yang menjadikan Kabupaten Banyuasin berada pada urutan ke 13 dari 17 Kabupaten se provinsi Sumatera Selatan. Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Banyuasin di tingkat Sekolah Dasar (SD) Tahun 2019 sebesar 98.97 % mengalami penurunan dari tahun 2018 sebesar 111.61 %, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 78.98 %, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 77.26 % dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 56.70 % mengalami penurunan sebesar 66.66 %.

Untuk sektor Pembangunan maupun rehab ruang kelas dan sarana pendukung lainnya yang dibiayai melalui DAK di Tahun 2019 Sekolah Dasar sebanyak 17 Sekolah, Sekolah Menengah Pertama sebanyak 37 Sekolah. Untuk Tahun 2020 Sekolah Dasar sebanyak 29 Sekolah dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 28 Sekolah. Sedangkan Dana APBN melalui Balai Besar Permukiman Wilayah Sumatera Selatan untuk Tahun 2020 sebanyak 5 Sekolah. Upaya peningkatan indikator bidang pendidikan akan terus menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Banyuasin untuk memaksimalkan peningkatan pencapaian kinerja bidang pendidikan antara lain angka rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, angka putus sekolah dan rata-rata nilai ujian.

BANYUASIN RELIGIUS

Tidak hanya pembangunan fisik semata, namun Pemkab Banyuasin juga melakukan pembangunan mental spiritual masyarakat dengan program Banyuasin religius. Setidaknya ada beberapa gerakan yang telah dilakukan yakni gerakan sholat Duha bersama, gerakan Shodaqoh setiap 10 Muharram, gerakan Magrib Mengaji, gerakan membaca surat yasin bersama setiap malam jumat. Bahkan setiap acara resmi pemerintahan selalui dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Tidak hanya itu, Pemkab Banyuasin juga memberangkatkan Umroh 140 orang, pelaksanaan Isbat Nikah 180 pasangan berasal dari Kecamatan Banyuasin III, Rambutan, Tanjung Lago, dan Sembawa. ditargetkan kedepan 5000 pasang. Kemudian bantuan rumah ibadah, Bantuan 40 ponpes, bantuan hibah ormas keagamaan, bantuan rumah tahfizh dan pendirian rumah tahfizh tingkat Kabupaten, safari jumat dan safari ramadhan, pelatihan khotib dan imam serta kegiatan lainnya.

INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA

Indek Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami kenaikan 0,50 dimana tahun 2018 66,40 menjadi 66,90 tahun 2019. Ini pertanda 4 indikator IPM semakin baik, yakni Angka Harapan Hidup tahun 2018 dari 68,55 tahun menjadi 68.76 tahun pada 2019, Harapan Lama Sekolah 11.73 tahun 2018 naik 11.74 tahun 2019, Rata-rata lama Sekolah 7.17 tahun 2018 naik 7.19 tahun 2019. Dan pengeluaran perkapita 9.760 tahun 2018 naik 10.135 tahun 2019. Kabupaten Banyuasin di level Provinsi Sumsel, IPMnya menduduki urutan ke 5 dari 17 Kabupaten/Kota ini semakin baik dari masa ke masa.

Sedangkan presentase masyarakat miskin di Kabupaten Banyuasin seyogyanya tidak fluktuatif extream tetapi pada tahun 2019 terjadi penurunan dibanding tahun 2018 yaitu dari angka 11,32 persen menjadi 11,33 persen mengalami kenaikan 0,01 persen. Dengan lima indikator kemiskinan, garis kemiskinan 397.496 tahun 2019, jumlah rumah tangga miskin 96.550 tahun 2019, presentase penduduk miskin 11.33 tahun 2019, indeks kedalaman kemiskinan 1.57 dan indeks keparahan kemiskinan 0,33. Jika dibandingkan terhadap kabupaten/kota yang ada di Sumsel tingkat kemiskinan Kabupaten Banyuasin menduduki urutan ke 5 dari 17 Kanupaten/Kota berdasarkan data BPS Kabupaten Banyuasin.

Penduduk miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah mendapat bantuan sosial Bantuan dari Kemensos 86.006 KPM dengan rincian Penerima PKH 28.423 KPM, Penerima BSP Non PKH 17.245 KPM, Perluasan BSP 16.444 KPM, Tambahan PKH 4.891 KPM dan Bansos Tunai 19.003 KPM. Kemudian jaring pengaman sosial dampak covid Pemkab Banyuasin berjumlah 118.195 KPM berula BLT BB 22.952 KPM, BLT DD 43.014 KPM dan bantuan pangan 52.229 KPM. Sekitar 80 persen lebih dari jumlah Kepala Keluarga yang tersebar di 21 Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin sudah mendapatkan bantuan sosial baik dari Kemensos maupun dari Pemkab Banyuasin.

SUMBER DAYA MANUSIA

Berjalannya tujuh program andalan Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera tersebut, tidak lepas dari program peningkatan SDM yang terus dilakukan. Dimana Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet dibantu Sekda HM Senen Har terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Banyuasin untuk berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan. Sejumlah langkah telah dilakukan diantaranya Job Fit seleksi terbuka dengan uji kompetensi pejabat tinggi pratama sebanyak 16 orang untuk menempati esselon II yang dilaksanakan 15-16 April 2019, Seleksi terbuka 12 OPD dilaksanakan dua kali untuk 12 OPD dan seleksi terbuka untuk Jabatan Sekretaris Daerah.

Sedangkan rencana pelaksanaan tahun 2020, uji kompetensi 26 orang untuk pejabat eselon II dan 216 orang untuk Pejabag Administrasi Eselon II.

Dimasa kepemimpinan Askolani-Slamet juga diberikan Tunjangan Kinerja dan TPP bagi ASN dilingkup Pemkab Banyuasin, sehingga ini menjadi daya dorong peningkatan kedispilan, inovasi dan terobosan. Serta sanksi tegas bagi ASN yang tidak patuh dengan aturan. Dan ini sekaligus bentuk perhatian Bupati Askolani dan Wabup H Slamet serta Sekda HM Senen Har kepada para ASN Banyuasin.

Dirgahayu Kabupaten Banyuasin ke 18