Berita

Penandatanganan MOU Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin Dengan Pihak WRI Indonesia

 

PALEMBANG – Bupati Banyuasin, H. Askolani Jasi, SH., MH melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan MOU dengan Direktur Word Resources Institute (WRI) Indonesia mengenai Program Pengembangan Komoditas Sumber Daya Alam berkelanjutan antara Kabupaten Banyuasin dan WRI Indonesia di Hotel Santika Premiere, Palembang, Senin (14/11).

Menjalankan roda pembangunannya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin memiliki visi dan misi yaitu “Terwujudnya Kabupaten Banyuasin Yang Berdaya Saing, Aman, Nyaman yang warganya guyub dan kreatif berdasarkan keimanan dan ketaqwaan menuju keadilan dan kesejahteraan dengan slogannya Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera”.

Dalam sambutannya, Bupati H. Askolani mengatakan tindak lanjut dari penandatangan kesepakatan bersama ini adalah dengan adanya kegiatan pelaksanaan kajian dan implementasi program pengembangan komoditi berkelanjutan yang diadakan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia. Untuk melaksanakan kegiatan dan sosialisasi terkait program pengembangan komoditi berkelanjutan di Kabupaten Banyuasin.

“Pemkab Banyuasin dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak WRI Indonesia atas dukungannya terhadap kegiatan pelaksanaan kajian dan implementasi program pengembangan komoditi berkelanjutan. Diharapkan dari kegiatan ini akan menciptakan keseimbangan antara perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia,” katanya.

Dilanjutkan Bupati, perkebunan menjadi mata pencarian utama bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Banyuasin dimana ada beberapa komoditi unggulan perkebunan antara lain karet, kelapa sawit, dan kelapa. Kabupaten Banyuasin memiliki luas wilayah kurang lebih 11.832,99 km yang di dalamnya terdapat 21 kecamatan, 288 desa dan 16 kelurahan yang wilayahnya terdiri dari wilayah perairan dan daratan.

“Adanya keseimbangan antara pembangunan sumber daya alam yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuasin dengan lingkungan hidup. Kita lakukan bukan hanya dampaknya untuk Banyuasin saja tetapi untuk Sumatera Selatan dan Indonesia sehingga menguntungkan semua pihak baik pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat dan petani sehingga dengan kajian dan kebijakan daerah yang berkaitan langsung dengan keseimbangan ekonomi dan masyarakat,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Dr. Arief Wijaya selaku Direktur Program WRI Indonesia menyampaikan World Resources Institute (WRI) merupakan lembaga independen yang mendukung Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkab Banyuasin untuk melakukan percepatan ekonomi sosial.

Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin bertujuan untuk perencanaan tata guna lahan dan mendukung kemitraan pemerintah, pengembangan sumber daya alam, komoditas sawit, memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat Banyuasin.

“WRI Indonesia berharap kerjasama ini bisa diterima dan mendukung visi misi Pemkab Banyuasin dalam pembangunan yang berkelanjutan. Melanjutkan dan berkoordinasi dengan kepala dinas dan jajaran bagaimana kerja nantinya serta dampak kepada masyarakat serta meningkatkan produktivitas kelapa sawit tanpa mengorbankan lahan pertanian dan akan dikembangkan lagi kemampuan petani,” jelasnya.

Turut hadir Staf Khusus Bupati Syaifudin Zuhri, SP, Kepala Kepala Dinas Kominfo Dr. H. Salni Pajar, S.Ag.,M.HI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. H. Isromaita, M.SI, Dinas Bappeda dan Litbang Ir. H. Kosarudin, MM, Kepala Dinas Disbunnak Edil Fitriadi, SP.,M.SI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Masita Liana, SP, Kepala Dinas Koperindag UKM Ir. Erwin Ibrahim, ST.,MM.,M.BA, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikura Syarif, SP.,M.SI, Kepala Dinas PUTR H. Ardi Arpani, ST.,MT, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dr. H. Ali Sadikin, M.SI.

 

 

(Diskominfo/PKP).