Berita

Pemkab Banyuasin Optimalisasikan Lahan Rawa Lebak di Rimba Balai Jadi Sektor Persawahan

Banyuasin III – Dalam rangka mendukung program Petani Bangkit Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan Pengembangan Rawa Lebak dengan Sistem Modernisasi di Desa Rimba Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin dengan Luas 300 Hektare. Pengembangan lahan rawa lebak ini, direncanakan akan mulai dikerjakan mulai Bulan depan.

Dengan adanya pengoptimalan lahan persawahan tersebut, menjadikan Kabupaten Banyuasin menjadi Pilot Projek Persawahan di Sumsel sebagai wujud dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam hal pengembangan di sektor Pertanian, mengingat saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang saat ini menjadi Kabupaten penghasil Gabah no 4 Nasional untuk menaikkan peringkatnya.

Mewakili Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Firman Tim Teknis Pengembangan Lahan mengatakan, setelah melakukan survey dirinya menilai potensi yang ada sangat bagus, dan melihat keseriusan Pemda dan DPRD ini, Pemprov mengalokasikan anggaran untuk pengoptimalisasian lahan ini.

“Kami mengharapkan, semoga ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan bersama,” jelasnya saat meninjau titik nol Pilot Projek pengembangan Rawa Lebak dengan sistem modernisasi Jumat (13/5/2022).

Ditempat yang sama, Arisa Lahari Ketua Komisi III DPRD Banyuasin mengatakan, dengan adanya Percetakan sawah modern, masyarakat antusias dan mengidamkan ada program ini, sehingga petani yang ada di rimba balai bisa menambah penghasilannya selain berkebun juga melalui areal persawahan ini. Dengan adanya ini lanjut dia, sebagai bukti konkrit kepuasan masyarakat diberikan masyarakat untuk menikmati pilot projek ini.

“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pak gubernur melalui dinas pertanian bupati banyuasin yang selalu mensuport, dan kita berharap mereka selalu diberikan kemudahan kesehatan dalam melanjutkan pembangunan-pembangunan yang ada di Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuasin H. Askolani mengatakan, program pengoptimalisasian Rawa Lebak ini Banyuasin mendapat dua tempat percontohan yakni di Desa Rimba Balai Kecamatan Banyuasin III, dan Sungsang Kecamatan Banyuasin II, di Banyuasin saat ini lebih dari 3000 hektar lahan lebak, yang mana program ini merapakan Ide Awal Pemkab Banyuasin mengusulkan ke Provinsi, untuk pengoptimalisasian lahan tersebut, ide ini pun mendapat respon dari gubernur, untuk pengoptimalan sawah lahan lebak.

“Mohon dukungan seluruh masyarakat, agar proyek ini dapat segera selesai, inilah salah satu upaya dari Banyuasin untuk naik peringkat sebagai penghasil padi secara nasional. Insyaallah lahan Ini bisa 2 kali tanam, bahkan saya optimis bisa sampai 3 kali tanam dalam setahun,” tandasnya.

Seusai meninjau lahan pengembangan optimalisasi lahan lebak areal persawahan di Rimba Balai, Bupati Banyuasin beserta rombongan langsung menuju Masjid Babussalalam Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III guna melaksanakan Safari Jumat bersama masyarakat, sekaligus menyerahkan Bantuan Masjid dan Santunan kepada Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa.