Bupati Askolani : Tujuh Program Pokok dan Tujuh Gerakan Telah Dirasakan Masyarakat Dalam 3 Tahun Kepemimpinannya

Bupati Askolani : Tujuh Program Pokok dan Tujuh Gerakan Telah Dirasakan Masyarakat Dalam 3 Tahun Kepemimpinannya

Bupati Askolani : Tujuh Program Pokok dan Tujuh Gerakan Telah Dirasakan Masyarakat Dalam 3 Tahun Kepemimpinannya

by 14 January, 2021

MAKARTI JAYA — Upaya mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat terus dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Seperti kali ini, Bupati Askolani bersama rombongan kembali menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi tingkat Kecamatan Makarti Jaya yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Makarti Jaya, Kamis (14/01).

Dikatakan Bupati H. Askolani, sudah banyak perubahan dan kemajuan selama memasuki tahun ke-3 kepemimpinannya. Mulai dari 7 (tujuh) program poko dan 7 (tujuh) gerakan Banyuasin Bangkit sudah berjalan dan telah dirasakan masyarakat manfaatnya, serta dibuktikan dengan diterimanya sejumlah penghargaan yang menjadi pengakuan di regional Sumsel dan nasional.

“Dalam minggu ini saja, kita dapat lima penghargaan, dua level nasional yakni Inovasi JAM KUNCI terbaik Nasional. Dan insyaallah JAM KUNCI akan berlomba di tingkat Internasional di PBB. Kemudian,penghargaan Bhumandala Award kategori Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial Tahun 2020. Lalu, penghargaan tingkat Sumsel, Pembina pengelolaan dana Desa terbaik I se Sumsel, Pembina Program Kampung Iklim Tingkat Provinsi Sumsel tahun 2020 dan Penghargaan pelayanan perizinan terbaik II Sumsel, “terangnya.

Melalui program Infrastruktur bagus kata Bupati Askolani, kerusakan jalan di Kabupaten Banyuasin yang menjadi kendala selama ini sudah banyak yang diatasi, sejak tahun 2019-2020 tujuh jalan poros telah selesai dikerjakan dengan cor beton. Dan pada Tahun 2021 kami usahakan untuk perbaikan jalan Makarti jaya.

“Semua ini berproses, kalau timbunan tanah setempat mesti dikeraskan dulu ngak bisa langsung dicor. Tapi yang pasti saya jamin selama masa kepemimpinan saya, Mobil bisa masuk Kecamatan Makarti Jaya, “tegasnya.

Terkait pelayanan kesehatan melalui program Banyuasin sehat, tegas Bupati Askolani untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat di pelosok desa. Dirinya tidak mau dengar masyarakat tidak dilayani dengan baik dan ramah. ” Kalau lupo bawa e-KTP semua harus tetap dilayani secara prima, senyum, tutur sapa yang baik, “harapnya.

“Dengan program Dokter masuk desa, kita balik dokter mendatangi masyarakat sehingga layanan kesehatan makin baik.

Surat rujukan diberikan kemudahan, memang aturan pasien harus datang ke puskesmas, tapi kalau pasien sakit parah, jarak jauh maka kita datangi dan rekam medik cukup di rumah. Saya tidak mau dengar ada pelayanan yang tidak baik, “katanya mengingatkan para kepala Puskesmas.

Begitu juga, program Banyuasin Cerdas, dirinya tidak mau ada anak yang putus sekolah. Semua harus sekolah minimal sampai SMA. Perbaikan kesejahteraan guru terus di tingkatkan sehingga pendapatan mereka setiap tahun minimal Rp 1 juta perbulan.

Banyuasin Terbuka, seperti pelayanan administrasi kependudukan e KTP, KK dan lainnya harus Cepat dan tidak ada pungli, jangan dinodai yang sudah bagus tersebut, Kecuali sinyal lemot tentu dapat dimaklumi, tapi kalau disengaja apalagi pungli tidak boleh terjadi. Dengan Jam Kunci Jemput bola harapan saya 100 persen masyarakat Banyuasin ber KTP termasuk mereka yang sudah jumpo, sakit karena e KTP ini sangat penting.

“Kantor camat, UPT Capil, dan kades harus layani masyarakat dengan baik. Layanan kita bisa di OPI Mall dan kedepan kita tengah merencanakan pembangunan Mal Layanan publik masyarakat di Dermaga Perhubungan di Tanjung Lago, “katanya.

Selanjutnya, program Petani bangkit tidak sebatas 4 besar produsen beras nasional. Tapi target nomor satu itu sangat memungkinkan dengan perluasan areal tanam dan produksi melalui dua kali bahkan tiga kali tanam. Kemudian tahun 2021 ada program 50.000 hektar optimalisasi dan ditambah 18.000 hektar, dan insyaallah tahun 2021 Banyuasin menjadi kawasan food estate, Sekjem Kementan bakal datang ke Banyuasin anggarannya Rp 2,4 Triliun.

“Kalau Foot Estate ini jadi, Tidak perlu berpikir lagi soal bibit, pupuk dan lainnya. Bukan jual padi lagi tapi beras, tepung beras dan kita bangun industri hilirnya. Dan insyallah akan segera hadir Merek beras Banyuasin melalui BUMD Sembilang yang tengah mempersiapkan. Hebatnya lagi, Berasnya belum muncul sejumlah daerah yang mau beli seperti Pemkot Palembang, DKI Jakarta dan pengusaha rumah makan padang se indonesia akan beli beras Banyuasin, “katanya.

Selanjutnya tujuh gerakan diantaranya Gerakan tanam buah dan sayur. Pemkab Banyuasin ingin Banyuasin penghasil buah, pihaknya sudah membuat klaster buah di masing-masing kecamatan. Seperti di Makarti Jaya ini buah Kelengkeng.

” Setiap rumah kita bantu 2 pohon Kelengkeng, dan ditambah dana desa 2 pohon per rumah. Kemudian Ternak unggas launchingnya pada 8 Desember di Desa Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh, “tandasnya.