Bupati Askolani Ngobrol Akrab dengan Prof. Dr.KH.Said Aqil Sirot

Bupati Askolani Ngobrol Akrab dengan Prof. Dr.KH.Said Aqil Sirot

Bupati Askolani Ngobrol Akrab dengan Prof. Dr.KH.Said Aqil Sirot

by 5 Agustus, 2020

Jakarta – Bupati Banyuasin H Askolani, bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU Prof. Dr.KH.Said Aqil Sirot,MA di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (5/8/2020). Dan direncanakan, Orang nomor satu di Banyuasin ini juga akan beraudiensi dengan sejumlah Menteri untuk meminta suport anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban tersebut, Bupati H Askolani didampingi Sekda HM Senen Har menyampaikan beberapa program pembangunan yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Banyuasin dan berharap dukungan dari Nahdlatul Ulama. Salah satunya program Banyuasin religius dengan membangun rumah-rumah tahfidz di setiap desa dan Kecamatan.

” Pembangunan Banyuasin tidak hanya bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi saja, namun juga pembangunan mental spiritual keagamaan. Selain rumah tahfidz, kita juga membuat sejumlah kegiatan seperti Magrib Mengaji, Sholat Dhuha bersama, gerakan baca surat yasin setiap malam jumat, safari jumat keliling keliling ke desa-desa, “katanya.

Kabupaten Banyuasin terang Askolani, miniaturnya Indonesia, karena di Bumi Sedulang Setudung tersebut terdiri dari banyak suku bangsa mulai dari suku Melayu, Jawa, Bali, Batak, hingga Bugis. Begitu juga agama semuanya ada di Kabupaten Banyuasin.

” Dan alhamdulillah, dengan semangat ke Bhinekaan, warga Banyuasin hidup berdampingin rukun damai antar suku dan agama, maka kami mohon suport dan bimbingan dari PBNU, “terangnya.

Dalam kesempatan ini juga, Bupati Askolani menceritakan masa remajanya yang juga besar dikalangan Nahdlatul Ulama, Kakeknya merupakan sesepuh NU di Desanya dan pada saat menempuh di perguruan tinggi, Ketua DPC PDIP Banyuasin ini merupakan kader PMII. Dan saat ini dia menjadi Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kab Banyuasin dan IKA PMII Kab Banyuasin. Dan juga sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Provinsi Sumatera Selatan masa Khitmad 2020-2025.

Ditambahkan Bupati Askolani, selain ke PBNU, dirinya juga akan melakukan Audiensi dengan sejumlah Menteri untuk meminta suport anggaran dalam mendukung program pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

” Kalau kita hanya mengandalkan APBD Banyuasin, maka sudah dipastikan tidak akan bisa selesai. Maka kita harus menjeput sumber anggaran lain seperti dana pusat, provinsi Sumsel hingga CSR dari perusahaan yang beroperasi di Banyuasin. Pusat juga harus bertanggungjawab karena Banyuasin juga bagian dari NKRI, maka kita ingin Kementerian membantu anggaran untuk pembangunan, “katanya.

Di Kabupaten Banyuasin lanjut Askolani, banyak yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat untuk segera di benahi, tidak hanya jalan lintas Palembang-Betung saja tetapi saluran SDU primer, sukunder juga jadi kewenangan pusat yang saat ini kondisinya hampir 90 persen dangkal dan tidak berfungsi dengan baik.

” Intinya kita ingin pemerintah pusat ada perhatian lebih ke Kabupaten Banyuasin, “harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Prof. Dr.KH.Said Aqil Sirot,MA memuji program Banyuasin religius yang menjadi visi misi Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera. Menurut dia, program religius seperti itu sangat baik untuk pembinaan umat.

” Pembangunan mental spiritual itu sangat penting, karena ini akan menjadi pondasi dalam pembangunan sektor lainnya. Artinya adanya program Banyuasin religius itu sudah sangat tepat sekali, “katanya.

KH.Said Aqil Sirot mengaku sangat familiar dengan Kabupaten Banyuasin, karena dirinya sudah sangat sering datang ke Pondok Pesantren Sabilul Hasanah di Desa Purwosari Kecamatan Sembawa. ” Kalau dengan Kabupaten Banyuasin, langsung ingat karena sudah sering ke Ponpes Sabilul Hasanah, “katanya penuh canda.