Waspada Antraks! Kenali Gejala-gejalanya.

antraksBanyuasin – Pemilik ternak perlu mewaspadai jika hewan ternak mereka demam tinggi dan membentur-benturkan kepala, apalagi ketika hewan ternak mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam dari seluruh lubang pada tubuh. Sebab, tanda-tanda itu adalah gejala terinfeksi antraks. Dinas Pertanian Kab. Banyuasin meminta peternak sapi untuk mewaspadai penyakit antraks pada sapi dan peternak juga dihimbau untuk melihat gejala sapi yang terkena atau terinfeksi virus antraks tersebut.

Sebagaimana dikemukakan oleh dokter hewan pada Dinas Pertanian Kab. Banyuasin drh. Feri, bahwa antraks ini merupakan virus yang mematikan dan biasanya akan menyerang hewan seperti kambing, sapi dan domba, maka dari itu para peternak harus bisa melihat gejala-gejala dari penyakit antraks ini. Jika ada sapi mati mendadak jangan disembelih untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut drh. Feri mengatakan“Adapun gejala antraks pada hewan ternak ditandai dengan adanya beberapa gejala. Pertama, ternak mengalami demam tinggi. Kedua, kepala dibentur-benturkan atau diputar-putar. Ketiga, hewan merasakan sakit luar biasa di bagian pinggang. Dalam waktu 10 sampai 36 jam, hewan akan mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam di seluruh lubang tubuh.

drh. Feri menghimbau agar ketika masyarakat maupun pemilik ternak menemukan tanda-tanda tersebut, jangan dijual atau pun dikonsumsi, sebaiknya langsung dikubur saja untuk menghindari penyebaran virus antraks, karena virus antraks ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Bacillus Antracis yang dapat menginfeksi kulit, saluran pencernaan dan paru-paru, virus antraks bisa menular dan berakibat fatal bagi yang terkena.

“Jika hewan yang terinfeksi antraks itu dibedah bangkai atau disembelih, bakterinya akan kontak dengan udara dan membentuk spora. Namun, jika tidak sempat kontak dengan udara, itu akan tetap berada di dalam tubuhnya sebagai sel vegatatif,”demikian penjelasan drh. Feri.

Ada juga ciri-ciri pada hewan masih hidup bisa dilihat pada hidungnya, Jika hidungnya basah dan mengkilat artinya sehat dan gerak-gerik sapi saat jalannya horizontal, ciri-ciri kulitnya tidak kusam dan matanya tidak mengalami keanehan, begitu juga pada saat disembelih kita bisa lihat di bagian hari dan amplanya tidak ada cacing pita, tapi bagi sapi yang terkena virus antraks di bagian hati dan amplanya terlihat cacing pita,”ungkapnya

Beliau juga menegaskan bahwa di Kab. Banyuasin masih aman dari virus antraks sebab pihaknya sudah berulang kali ke lapangan untuk mengecek langsung kesehatan hewan ternak. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi daging, karena semua sapi sudah diperiksa oleh pihak terkait dan dinyatakan sehat serta tidak ditemukan gejala tersebut.

Pada kesempatan lain Kadis Kesehatan Kab. Banyuasin, dr Mgs. M. Hakim, MM, menyampaikan, bahwa pada prinsipnya mata rantai penyakit antraks dapat diputuskan melalui peningkatan kesehatan hewan ternak agar tidak membawa resiko penularan bagi manusia dan ada beberapa pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari resiko tertular penyakit bersumber hewan (zoonosis) tersebut.

“Beli dan konsumsilah daging yang disembelih dirumah potong hewan resmi serta konsumsi daging hewan yang sehat dimasak hingga matang sempurna dan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah mengelolah atau memasak produk hewan,”ujarnya.