UKM Di Desa Harus Bisa Dilirik Wisatawan Asing.

PANGKALAN BALAI – Perkembangan Banyuasin yang sedang dilakukan ternyata berimbas pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa. Pemerintahan Kabupaten Banyuasin, UKM dan Diskoperindag Banyuasin harapkan kreasi dari usaha desa terus berkembang.

img_0119“UKM di Banyuasin hadus berkembanng jangan sampai bengong, terlebih beberapa wilayah sudah menjadi kawasan ekonomi kreatif,” kata Ketua Kadin dan UKM Kabupaten Banyuasin M. Fauzi.

Hal ini dilakukan agar UKM di wikayah Banyuasin tenggelam, karena di kota lain UKM mereka dikembangkan dengan inovasi yang baru, bahkan selalu melakukan perbandingan dan melihat revernsi dari luar. Baik dari makanan, kerajinan tangan, hingga pernak pernik asli daerah. Terlebih di kawasan yang nantinya akan menjadi kawasan Ekonomi Kreatif, seperti di kawasan Tanjung Api-Api wilayah Tanjung lago Banyuasin.

“Terlebih dikawasan yang akan dijadikan KEK, harus lebih berinovasi, karena selain nantinya pada 2018 akan ada Asean Games, bisa dilirik oleh konsumen luar,” katanya.

Sementara Kepala Diskoperindag Banyuasin Hj Ria Apriani, mengatakan jika memang hal ini perlu dilakulan untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi UKM itu sendiri. Yang nantinya juga akan ikut terhadap harga yang dijual dari hasil ukm itu sendiri.

“Semakin kreatif hasil UKM maka nilai jualnya juga semakin tinggi,” katanya.

Hal ini harus dilakukan dengan banyaknya para pelaku UKM agar lebih kreatif, dengan melakukan reverensi lewat pertukaran informasi, kita harapkan ini bisa dilirik oleh wisatawan saat Asean Games 2018 di Palembang.