Turunkan Angka Penyakit Menular, Dinkes Gelar Pertemuan Program Imunisasi.

imunisasiPALEMBANG – Dalam hal peningkatan  pencapaian target Imunisasi pada penyakit menular yang berdampak terjadi kejadian luar biasa (KLB), Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuasin mengadakan Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Program Imunisasi dengan Petugas Puskesmas di Hotel MAXONE Palembang. Senin (27/2) lalu.

Ketua Panitia Firmanto,. SKM,. M.KM,. M.Med.Sc, menyampaikan dalam sambutannya, Program Imunisasi, sebagai salah satu indikator utama dalam keberhasilan pembangunan kesehatan yang  bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Imunisasi merupakan program yang berkontribusi besar pada upaya penurunan kematian anak sesuai komitmen Pemerintah untuk mencapai Mellinium Develovment Goals ( MDGs ) yaitu Goal 4.
“Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya program imunisasi, terutama menyangkut Pelayanan, Pelaporan dan Evaluasi, maka diadakan pertemuan bagi petugas puskesmas, yang sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin tentang Pertemuan Bagi Petugas Puskesmas dalam Rangka Evaluasi Program Imunisasi Kabupaten Banyuasin Tahun 2017,”ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. H Masagus Hakim, M.Kes dalam sambutannya  berdasarkan Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 482/MENKES/SK/IV/2010 tentang  Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional Universal Child Imunization (GAIN UCI 2010-2014), bahwa imunisasi merupakan upaya efektif untuk menurunkan angka kematian anak yang merupakan salah satu tujuan  dari Millennium Development Goals (MDGs) dan untuk mencapai target 100% desa mencapai Universal Child Immunization (UCI), perlu dilakukan Gerakan Imunisasi Nasional Univelsal Child Immunization 2010-2014 (GAIN UCI 2010-2014).

“Sebagai upaya yang  dilakukan Pemkab adalah dengan melakukan percepatan, pencapaian UCI di  seluruh desa/ kelurahan, melalui suatu gerakan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat dan berbagai pihak yang terkait secara terpadu.” kata Kadinkes Banyuasin ini

Kegiatan Program Imunisasi ini merupakan salah satu program prioritas dalam pembangunan kesehatan, yang berperan penting dalam upaya menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan keberhasilan pelaksanaan imunisasi dapat diukur dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi secara tinggi dan merata tanpa mengesampingkan aspek kualitas.

“Untuk itu upaya Imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat Population Immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga Penyakit Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dapat dibasmi, dieliminasi ataupun dikendalikan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi dengan kualitas yang tinggi sehingga tercapai target cakupan imunisasi > 80 % adalah dengan dilaksanakannya Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi bagi petugas Imunisasi Puskesmas, guna meningkatkan kapasitas kemampuan petugas dilapangan. Oleh karena itu Kegiatan ini harus kita dukung sebagai wujud dari salah satu tujuan pembangunan di bidang kesehatan,”jelasnya lagi.

“Keberhasilan pelayanan imunisasi memerlukan pelayanan yang bersifat komprehensif dan terpadu yang harus melibatkan banyak pihak. Untuk itu diperlukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak antara lain, dengan lintas program, lintas sektoral, organisasi sosial masyarakat, organisasi profesi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain,” kata Hakim

Ia menambahkan, program imunisasi termasuk salah satu program yang ada dalam MDGs goal 4 yaitu, membantu menurunkan angka kematian anak. Oleh karena itu pada pertemuan ini diharapkan peran aktif dari peserta untuk membahas pencapaian dan kendala yang ada. Sehingga target pada akhir tahun 2017 bisa tercapai.
“Kita berharap, semua petugas baik di Puskesmas, Polindes, Pustu, dapat bersama-sama seluruh lapisan masyarakat dalam melaksanakan imunisasi untuk anak balita secara terpadu. Sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi terutama kepada anak dan balita,” pungkasnya.