Tingkatkan Produktivitas Padi, Bupati Askolani Lakukan Tanam Padi ## Juga Resmikan Industri Padi Terpadu

MUARA TELANG —Bupati Banyuasin H.Askolani,SH.,MH melakukan Penanamam Padi Perdana musim tanam 2018/2019 (Oktober-Maret) seluas 1800 hektar di Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang. Bupati Askolani ingin menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai daerah  penghasil beras terbesar di Sumsel. Ia menilai Banyuasin punya potensi luar biasa dalam bidang Pertanian.

Untuk mewujudkan keinginan itu, orang nomor satu di Banyuasin ini akan sedang menyiapkan angkah-langkah, salah satunya membuat kebijakan untuk pemasaran beras lokal bagi PNS yang ada di Kabupaten Banyuasin. “Untuk tahap awal seluruh PNS akan beli beras dari petani sendiri, setelah itu baru masyarakat, sisanya baru di jual,” kata Askolani, Kamis (04/10).

Selain gagasan itu, dirinya berharap kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian agar memperhatikan dan memberikan bantuan demi memperlancar pertanian Kabupaten Banyuasin. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur pertanian dan pengelolaan sarana pertanian. Ia berharap Kementerian Pertania terus mendukung pertanian yang ada di kabupaten Banyuasin.

Usai penanaman padi, Bupati Banyuasin didamping sejumlah Kepala OPD meresmikan Bioindustri padi terpadu Di Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang kabupaten Banyuasin. Peresmian Industri Padi terpadu  (SP3T) ditandai dengan pengguntingan pita. Dengan diresmikannya Industri padi terpadu ini diharapkan menjadi solusi memperpendek rantai pasok tanaman padi.

“Sudah lama saya bermimpi untuk memiliki beras dengan  merek dagang sendiri seperti ini. Semoga apa yang kita resmikan hari ini dapat menjadi motivasi bagi desa dan kecamatan lain untuk selalu memproduksi hasil panen sendiri, saya sangat mensuport dan  akan terus kita kembangkan, saya akan turun lansung ke desa-desa dan kecamatan untuk meninjau pertanian di daerah masing-masing,” tegas Bupati Askolani

Sementara Kepala Badan Litbang Pascapanen Prof. Dr. Risfaheri, MSi mengungkapkan dengan diresmikannya  Bio Industri Padi terpadu AP-RMU yang bisa menghasilkan 1,5 ton/jam padi ini  tidak hanya menjadi Monumen akan tetapi bisa menjadi Kelembagaan  Bisnis Bioindustri di Kabupaten Banyuasin khususnya Kecamatan Muara Telang.

Kepala Desa Telang Rejo Hendrik Kuswoyo  mengatakan pilot projek bioindustri yang diresmikan Bupati Hari ini sudah memproduksi beras 12 ton perhari. Dengan kapasitas besar tersebut dirinya yakin industri Beras Telang Rejo dapat berkembang di Kabupaten Banyuasin.

“Kami yakin dengan produksi beras lokal ini dapat terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pasar di kabupaten Banyuasin. Kalau kita kalkulasi  yang ditanam hari ini oleh pak Bupati seluas 1200 hektar, sedangkan untuk padi yang sudah ditamam seluas 1800 hektar itu hanya untuk Di Desa Telang Rejo saja dan masih dalam tahap tanam perdana. Mesin Bioindustri padi yang mampu memproduksi 12 ton perhari sanggup menampung dan memproduksi hasil pertanian sekecamatan baik itu tanam perdana maupun tanam ip 200.” jelasnya

(Diskominfo/PKP)