Tetap Konsisten Dengan Lakukan Inovasi Baru.

img_0653PANGKALAN BALAI – Rumah Pintar Banyuasin yang merupakan central permainan, buku, IT, dan Audio Visual sekarang akan meningkatkan kualitas agar tetap diminati masyarakat lagi. Sebelumnya terkendala karena masyarakat dan pelajar enggan datang untuk mencari informasi karena sudah memiliki smartphone, namun kedepan akan memaksimalkan dari sisi kegiatan seni, belajar dan pencarian informasi.

Seperti yang dikatakan oleh Ranti, Staf Centra Karya untuk kegiatan PKK di Rumah Pintar Banyuasin, jika sudah bebelapa lama kegiatan di sini sedikit sepi karena sekarang masyarakat lebih memilih untuk ke tempat hiburan saat libur ataupun kegiatan, berbeda dengan dulu. Namun hal ini tidak menyurutkan oara pengurus rumah pintar, malah akan melakukan inovasi untuk memancing pengunjung dengan kegiatan PKK yang baru.

“Sekarang memang terlihat sepi, dan jarang ada lagi kegiatan di rumah pintar banyuasin, namun hal ini membuat kami mencari inovasi baru,” katanya.

Dengan rencana akan melakukan kegiatan PKK yang menarik bagi masyarakat terutama pelajar wanita, terlebih Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Nantinya kita akan memaksimalkan 10 Program Pokok PKK,” katanya.

Ke sepuluh program pokok itu antara lain Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan Sandang, Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Ketrampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, Perencanaan Sehat. Namun awalnya nanti pihak Rumah Pintar akan berkonsentrasi pada pendidikan dan keterampilan.

“Kita akan rencanakan dan akan meminta bantuan pada Dinas Terkait, hal ini dilakukan karena agar masyarakat tetap datang ke rumah pintar yang meeuoakan centra informasi Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Sementara, Staf pengurus di Rumah Pintar Banyuasin, Romadhon mengatakan, jika bukan hanya centra karya dirumah pintar Banyuasin saja yang akan dilakukan inovasi, namun centra buku, IT dan Audio Visual juga ikut sepi, terlebih centra buku dan IT juga akan ikut.

Dikarenakan, sudah banyak para pelajar dan masyarakat terlihat mulai malas membaca, selain itu karena kemajuan IT yanh sekarang sudah mudah digunakan, namun sebenarnya bisa diatasi jika pihak Pemerintah memiliki program untuk rumah pintar.

“Ada 6000 lebih buku yang ada disini dan boleh di pinjam dengan peryaratan, untuk IT komputer ada 5 unit yang bisa digunakan, dan layanan internet,” katanya.

Sekarang penyebab kurangnya masyarakat pengunjung untuk taman baca da IT, adalah kurangnya kemauan, namun akan dapat ditingkatkan dengan sosialisasi kepada mereka, terutama pelajar.

Ditambahkannya, bisa dengan sering ada kegiatan mengundang Taman Kanak Kanak dan sekolah di banyuasin untuk kegiatan belajar, juga pelaksanaan kegiatan kunjungan sekolah kerumah pintar.

“Kalau bisa bagaimana caranya rumah pintar ini dipromosikan, sebagai salah satu sarana pendidikan anak dan remaja. Itu akan lebih menarik lagi,” katanya.

Sementara Badan Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Daerah (BPAD) Banyuasin Usman Admi mengatakan. Memang minat baca masyarakat Banyuasin masih rendah, namun dengan upaya inovasi seperti ini akan bisa meningkatkan antusias masyarakat ke rumah pintar lagi, terlebih banyak.i formasi disana.

“Kita akan usahakan untuk kegiatan di rumah pintar, dan akan berupaya membuat aktif lagi legiatan yang bisa menambah minat baca dan kegiatan belajar remaja dan masyarakat,” katanya.