Sungai Sembilang jadi Spot Penting dalam Event Internasinal Urban Environmental Across

Pangkalan Balai — Tindak lanjut dari kesiapan Banyuasin dalam penyelenggaraan Event Internasional ‘Urban Environmental Across’ yang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan tanggal 23-25 Oktober 2019 mendatang dilakukan dengan adanya pertemuan dari Pihak-pihak terkait dengan Bupati Banyuasin berlangsung di ruang rapat Bupati, Jum’at (22/02).

Diketahui bahwa Event ini telah diselenggarakan di beberapa negara, dilaksanakan 2 tahun sekali. Dalam Acara peringatan 2017 di Malaka, Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk tahun ini. Banyuasin dan Musi Banyuasin merupakan dua kabupaten yang akan terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan yang akan diadakan di Palembang, Sumatera Selatan.

Najib Asmani selaku Tim Gubernur dalam percepatan pembangunan menyampaikan bahwa Sungai Sembilang di Banyuasin akan menjadi spot penting yang akan dikunjungi langsung oleh beberapa negara pada tanggal 23-25 Oktober 2019 nanti.

Beliau meminta agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat bekerjasama dengan baik dalam peyelenggaraan Event Internasional ini. “Kami pun dari Tim Percepatan Pembangunan mengandeng Organisasi Zoological Society of London (ZLS) Kelola Sendang untuk kesiapan kita dalam pengembangan Taman Nasional Berbak Sembilang”, tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH menyambut sangat baik dan merasa bangga, Banyuasin akan mendukung penuh sesuai dengan wewenang dan fungsi Kabupaten , bersinergi untuk kelanjutan kesiapan Event Internasional ini.

“Sungai Sembilang merupakan kebanggaan dan saya sebelum menjadi Bupati memang mempunyai niat dan berpikir bagaimana untuk pengelolaan Sungai Sembilang agar mempunyai nilai manfaat yang besar bagi masyarakat Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Negara Republik Indonesia. Saya sering membaca di internet betapa Sungai Sembilang dikenal dunia Internasional,” paparnya.

“Saya berpikir bagaimana mensinergikan semua ini agar menjadi suatu manfaat yang besar karena Sembilang termasuk Taman Nasional. Kita ketahui ada Taman Nasional di Bali yang mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan negara ini dan saya berpikir mampukah Sembilang bisa seperti Taman Nasional lainnya. Untuk itu, kami menyambut baik sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Pusat dan beberapa pihak yang berkaitan dengan ini baik Nasional maupun Internasional,”
tambahnya.

Bupati juga menyatakan sangat perlu adanya kajian-kajian untuk urusan Banyuasin kedepan, kami dukung untuk pendampingan sebagai bahan kita untuk menyusun strategi pembangunan Banyuasin kedepan dan Sungai Sembilang menjadi Icon Banyuasin yang lebih baik lagi keberadaannya baik Nasional maupun Internasional.

Untuk percepatan kesiapan Sungai Sembilang dalam Event Urban Environmental Across, Provinsi Sumatera Selatan bersama Banyuasin bekerjasama dengan organisasi Zoological Society of London ( ZSL) Kelola Sendang, yang bertujuan melestarikan binatang dan habitatnya, penelitian, konservasi dan pendidikan.

Prof. Damayanti Buchori selaku Direktur Kelola Sendang Zoological Society of London ( ZSL ), menyatakan kegiatan Kelola Sendang untuk di daerah kawasan Sembilang yakni bekerjasama dengan masyarakat yang berada di kawasan penyangga, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bersama masyarakat yang akan membantu Economic Livelihood atau membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

“Peningkatan ekonomi masyarakat diantaranya dengan membentuk Bank Sampah, yakni mengelola sampah-sampah yang sebetulnya tidak berguna justru dipilah dan menjadi pemasukan bagi masyarakat, disamping juga akan membersihkan lingkungan disekitar Kawasan Ekosistem Sembilang,” paparnya.

“Disamping itu juga ada Smart Petrol yang ikut memonitor keberadaan keanekaragaman hayati terutama Harimau yang ada disekitar Taman Nasional, bekerjasama juga dengan Taman Nasional dan Desa-desa yang ada disekitar kawasan. Bertujuan menjaga Ekosistem Kawasan Sembilang bersama-sama Masyarakat dan Pemerintah,” tambahnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Bupati Banyuasin, Najib Asmani, Tim Gubernur, Prof. Damayanti Buchori, Direktur Kelola Sendang Zoological Society of London ( ZSL ), Asisten II, Asisten III Setda Kabupaten Banyuasin, Staf Khusus Bupati Banyuasin, beberapa Kepala OPD Banyuasin.

 

 

( Diskominfo/PKP).