Sukses Upsus Pajale, Banyuasin Garap Upsus Ternak Sapi

suasana-pertemuan-teknis-penyuluh-pertanian-peternakan-dan-pertanian-di-gedung-serbaguna-asrama-haj-1280x960Banyuasin – Setelah sukses menggarap program Upaya Khusus (Upsus) padi jagung dan kedelai, kali ini kabupaten akan menggarap program  nasional upsus Sapi Indukan Siap Bunting (Siwab).

Kepala Badan Perencana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Banyuasin Babul Ibrahim mengatakan, Upsus Siwab ini merupakan salah satu agenda nasional untuk menekana impor dagung sapi dan memenuhi stok sapi nasional.

Tatgetnya 2017 mendatang 3 juta ekor sapi bisa dibuntingkan sehingga mempunyai jumlah anakan yang sama pada tahun berikutnya. ” Pertemuan para penyukuh kali ini salah satunya untuk membahas dan menyukseskan program Upsus Siwab tersebut,” jelas babul saat acara temu teknis Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Banyuasin di asrama haji Palembang, Rabu (2/10/2016).

Dia melanjutkan pertemuan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi dan mendapatkan pengetahuan terutama untuk para petani dan peternak. ” Guna menyukseskan program pertanian berkelanjutan di kabupaten banyuasin,” katanya.

Dia melanjutkan dalam kesempatan itu pihaknya mendatangkan para pakar untuk meberikan materi dan berbagi pengalaman. Terkait teknis pembiakan sapi, anggaran, penyuluhan serta cara memanajemen. “Termasuk strategi yang harus dilakukan para penyuluh untuk masa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu Plt Bupati Banyuasin Suprino mengatakan, nasib pangan kerap kaitanya dengan kinerja penyuluh. Namun tugas penyuluh bukan hanya mengarahkan petani agar sukses bercocok tanam atau beternak. “Perhatikan untuk program pasca panen. Jangan sampai produksi yang banyak tidak bisa mensejahterakan petani,” katanya.

Harus dipikirkan mau dikemankan sapi tersebut setelah panen, apakah dijual hidup, daging. Perlu diperhitungkan Berapa biaya yang harus dikeluarkan dan berapa asumsi keuntungan yang akan diraih. “Intinya penyuluh harua kreatif, usahakan gaet perusahaan agar membuat peternakan binaan.  Atau kerja sama untuk pasca panen, agar hasil dari progran teraebu bisa diperhitungkan secara rill apakah menguntungkan atau tidak untuk petani,” katanya.