Penertiban Usaha Ternak Unggas

ayamBANYUASIN, Banyaknya laporan masyarakat mengenai Keberadaan ternak unggas di wilayah Talang kelapa sangat meresahkan, Pasalnya Selain mengeluarkan aroma busuk juga berimbas terhadap rumah warga di penuhi lalat.
 
Wakil ketua DPRD Banyuasin H Askolani angkat bicara mengenai ternak unggas seperti ayam dan bebek yang meresahkan masyarakat khususnya di Kecamatan Talang Kelapa.
 
Sejak satu bulan terakhir banyak sekali warga memberikan laporan mengenai keberadaan ternak unggas yang mengancam kesehatan warga setempat.
 
” Ada beberapa tempat dalam wilayah Kecamatan Talang Kelapa, misalkan keberadaan ternak unggas di wilayah kelurahan Sukajadi, Sukamoro dan Air Batu, persoalan ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, karena berdampak pada kesehatan masyarakat, itu ditegaskan Askolani.
 
Maka dari itu, Kata Askolani pihaknya meminta Dinas terkait untuk menindak lanjuti persoalan ini, dan melakukan penertiban kandang ayam yang tidak sesuai dengan lingkungan.
 
” Ya, dari sisi lingkungan, keberadaan ternak unggas sudah tidak mementingkan dampak kesehatan bagi warga, bahkan mereka beternak ayam berada di pemukiman penduduk,” Katanya.
 
 
Untuk itu, Sambung Askolani  ia meminta dilakukan penertiban, jika tidak sesuai dengan lingkungan dan tidak memiliki izin harus di tutup.
 
” Lebih baik dilakukan penutupan ketimbang keberadaan ternak ayam membawa mudhorat ketimbang banyak manfaat bagi masyarakat,” Tegas Askolani
 
Terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuasin, Ir Zulkifli Idrus mengatakan, Melainkan soal ketatnya rekomendasi   peternakan ayam beroperasi dikawasan pemukiman pendudukan.
 
Bagaimana pun Bappeda Banyuasin tetap berpijak kepada aturan yang ada, maka Zulkifli mengakui, memang sulit dan sangat sulit untuk menyatakan tata ruang sesuai dengan peruntukan, maka ada anggapan mendirikan peternakan di tengah pemukiman sulit.
 
“Dalam merekomendasikan kami sangat selektif bila tidak sesuai, karena peternakan itu sudah lama ada dan berkembang, sudah ada dulunya. Masalah kita disatu sisi untuk menertibkan dengan ditata ruang, namun sebelumnya RTRW (rencana tata ruang wilayah) sudah ada usaha ini,” ungkapnya.