PEMKAB GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

 

PANGKALAN BALAI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada tahun 2015 yang lalu telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap daerah, nasional bahkan dunia internasional. Bahkan, kejadian ini sampai menjadi bencana nasional.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati selaku Pelaksana Tugas Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM dihadapan undangan Rakor di Graha Sedulang Setudung, Selasa (14/2/17).

Ada dua hal penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pertama karena ulah manusia, berupa unsur kesengajaan maupun kelalaian demi keuntungan sesaat secara mudah dan murah. Faktor kedua disebabkan faktor alam seperti halilintar, gunung berapi, dan lain-lain. Hampir sebagian besar kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Banyuasin disebabkan oleh faktor manusia akibat adanya kegiatan pembukaan lahan.

Tahun 2016, kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan  terutama Kabupaten Banyuasin turun sangat signifikan.  Dari seluas 141,126 Ha lahan yang terbakar pada tahun 2015 turun drastis menjadi 83 Ha di tahun 2016. Untuk titik hotspot hanya terdapat 52 titik hotspot di tahun 2016, turun drastis dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1.665 titik.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin bertekad bencana kebakaran hutan di tahun 2015 tidak terulang di tahun 2017 ini. Untuk itu Pemkab Banyuasin bergerak cepat dengan menyiapkan strategi pencegahan dan pengendalian terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini juga didukung perhatian Pemerintah pusat mulai dari penyelenggaraan Rakornas pencegahan karhutla di Istana Negara Jakarta pada 20 Januari 2017. Selanjutnya ditindaklanjuti  dalam rakor penangan dan pencegahan karhutla di Mapolda Sumsel, serta rakor pengendalian karhutla di Mapolres Banyuasin pada 26 Januari 2017.

Upaya pencegahan dan pengendalian karhutla yang disiapkan Pemkab Banyuasin didasarkan informasikan yang dirilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa kondisi iklim di Indonesia diperkirakan masih dipengaruhi oleh El Nino kuat yang ditandai dengan potensi udara kering dan panas serta munculnya hotspot dan api. Karena itu diperlukan kewaspadaan yang tinggi sejak bulan Februari 2017.

Beberapa langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak El Nino serta mencegah terjadinya karhutla yang akan dilakukan Pemkab Banyuasin antara lain dengan menyusun peta rawan kebakaran hutan dengan menginventarisir lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan tahun sebelumnya. Melakukan pemantauan titik panas (hotspot) setiap hari yang disampaikan oleh BMKG, Diskominfo, maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kemudian lanjut Wabup Supriono adalah dengan Pemeriksaan lapangan (groundcheck) titik panas sesegera mungkin untuk memastikan kejadian kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat dilakukan pemadaman dini atau jika tidak dapat dipadamkan dapat segera dilakukan pemadaman lanjutan dengan melibatkan sumberdaya pengendalian kebakaran yang ada.

Melakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak karhutla serta kampanye pencegahan karhutla.

Meminta bantuan dan perhatian khusus dari perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk melakukan beberapa hal berikut antara lain Cepat respon dan tanggap dalam mengantisipasi kebakaran di areal konsesi masing-masing.

Mentaati aturan sesuai persyaratan dan perizinan dalam rangka menjaga dan mengamankan areal konsesi dan wilayah sekitarnya. Pada daerah yang bergambut agar melakukan langkah-langkah pencegahan dengan pembuatan sekat kanal.

Dalam arahannya Wakil Bupati Banyuasin selaku Pelaksana Tugas Bupati Banyuasin dengan tegas meminta kepada masing-masing OPD Kab. Banyuasin untuk bekerja keras dan berkoordinasi dalam koridor kewenangannya dengan menyusun rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kuatkan sinergi antar OPD, hilangkan egosektoral sehingga aksi pencegahan dan pengendalian karhutla lebih efektif.

Segera lakukan rapat koordinasi pencegahan karhutla Kabupaten Banyuasin dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Perguruan Tinggi, Pelaku Usaha, Camat/Kades, dan organisasi masyarakat yang peduli terhadap karhutla”jelas Wabup Supriono

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan dihadiri segenap Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kab. Banyuasin antara lain Unsur DPRD, Kapolres Banyuasin, Dandim 0401 Muba-Banyuasin, Kajari Banyuasin, Danyon Zikon, Danyon Arhanud. Selain itu dihadiri pula Sekda Banyuasin, camat se-Banyuasin, unsur koramil se-Banyuasin, polsek se-Banyuasin, dan pimpinan Perusahaan dalm Kabupaten Banyuasin. (Joan/diskominfo)