Pemkab, Dinkes Banyuasin Kerjasama Dengan Universitas Sriwijaya

thumb_444753_02240013092016_kepala_dinkes_banyuasinPANGKALAI BALAI – Mengatasi kekurangan dokter spesialis di wilayah
Kabupaten Banyuasin, pemkab Banyuasin melalui dinas kesehatan Kabupaten
Banyuasin melakukan kerjasama dengan universitas sriwijaya (unsri) agar
kekurangan dokter spesialis dapat teratasi.

“Kita sudah kerjasama dengan unsri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin
dr M. Hakim ketika ditemui.

Selain itu pihaknya juga akan meningkatkan insentif kepada dokter spesialis
yang hendak bertugas di wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Kalau insentif besar, maka akan mengoda para dokter spesialis ke
Banyuasin,” katanya.

Bahkan pihaknya juga akan memberikan fasilitas terbaik bagi para dokter
spesialis untuk mengabdikan diri di bumi sedulang setudung ini.

“Seperti rumah dinas, dan lain sebagainya. Agar mereka (dokter spesialis)
betah untuk bekerja di Banyuasin,” katanya.

Diakuinya kalau sebanyak 16 dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit
umum daerah Banyuasin itu masih jauh dari cukup, seharusnya satu dokter
spesialis ada 3 orang.

“Kita harapkan akan terus bertambah tiap tahunnya,” katanya.

Terpisah direktur RSUD Banyuasin dr Emi lidia mengatakan kalau sebenarnya
anggaran untuk dokter spesialis di Banyuasin sudah ada, namun sampai saat
ini belum ada yang minat ke Banyuasin.

“Padahal tiap tahun kita anggarkan,”katanya.

Maka dari itu pihaknya menunggu dokter yang sedang melakukan tugas untuk
mengambil spesialis.

“Diharapkan usai mengambil spesialis dapat bertugas di rsud banyuasin,”
katanya.

Write a Comment

view all comments

Only registered users can comment.