Pemkab Banyuasin Serahkan 50 Rumah Layak Huni bagi Nelayan

 

BANYUASIN II — Sebanyak 50 unit rumah khusus layak huni diserahkan kepada 50 warga nelayan di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II, (24/05). Plt. Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM melakukan penyerahan kunci secara langsung bagi 50 warga kurang mampu. Ke 50 warga peneirma rumah khusus yaitu, 25 orang di Desa Muara Sungsang, 5 orang di Desa Marga Sungsang, 5 orang di Desa Sungsang I, 5 orang di Desa Sungsang II, 5 orang di Desa Sungsang III,dan 5 orang di Desa Sungsang IV. Pada kesempatan itu, Plt. Bupati didampingi sejumlah Kepala OPD, Camat Banyuasin II, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.
Kepala Bappeda Litbang Ir. Zulkifli Idrus, M.TP yang diwakili Kabid Bappeda mengungkapkan dalam laporannya bahwa Pembangunan rumah khusus masyarakat pesisir merupakan program bantuan Kementerian PU-Pera melalui dana dekontrasi Tahun Anggaran 2015 sebanyak 50 unit rumah.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah terhadap masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dan belum mampu menyediakan rumah layak huni. Tahun 2015, Kabupaten Banyuasin menerima bantuan 50 unit rumah khusus untuk nelayan/petani dengan tipe 36 dan luas tanah 120 meter.

Plt. Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM mengatakan bahwa Pemerintah perlu lebih berperan dalam menyedia kan bantuan dalam bidang perumahan bagi masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang berbasis kawasan serta keswadayaan masyarakat.

“Kebutuhan akan rumah menjadi hak dasar bagi setiap manusia, juga mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif.” kata

Untuk itu, Pemkab Banyuasin turut memperhati kan masyarakat pesisir yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan untuk mendapatkan rumah layak huni melalui program pembangun an rumah khusus bagi nelayan yang terdapat pesisir Banyuasin.

Pemkab Banyuasin menetapkan lokasi bantuan tersebut di Desa Muara Sungsang dengan pertimbangan sebagian masyarakat berprofesi sebagai nelayan/petani. Selain itu tanah yang dibangun sebagai bantuan rumah khusus tersebut merupakan tanah hibah dari masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya program pembangunan rumah khusus masyarakat pesisir ini dapat meringan kan beban masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah sehingga jumlah rumah tidak layak huni dapat berkurang secsra bertahap” pungkas Supriono
(Kominfo/PKP)