Naik Rp 400, Pelaku Usaha Batu Bata di Banyuasin Bergairah

20161205_112107Banyuasin – Perhelatan Asian Games yang akan digelar di Sumsel 2018 menambah berkah bagi pelaku usaha Batu Bata di Banyuasin. Sempat anjlok diharga Rp 280 kini batu bata mulai naik Rp 400 sejak tiga bulan terakhir, Selasa (6/12/2016).

” Mulai banyak permintaan terutama untuk persiapan Asian Games ini. Seperti diketahui di Jakabaring saat ini sedang membangun infrastruktur untuk Asian Games,” kata Jon pemilik Bangsal Batu Bata di Desa Pangkalan Benteng.

Tiga bulan lalu, kata ia harga batu bata sempat jatuh Rp 280 perbatang. Sekarang mulai membaik menjadi Rp 400 perbatang. Adanya kenaikan ini membuat pelaku usaha batu bata mulai bergairah lagi.

” Saat ini lumayan banyak permintaan tidak hanya dari Palembang, ada juga dari Kabupaten lain di Sumsel,” jelasnya pada Tribun Sumsel.

Seperti diketahui Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa sebagai sentra produksi batu bata di Banyuasin cukup dikenal di wilayah Sumsel. Berdasarkan data Pemerintahan Desa, tercatat ada 400 bangsal batu bata di wilayah Pangkalan Benteng.

” 70 persen pelaku usaha ini merupakan warga kita sendiri. Sisanya ada warga luar yang buka usaha disini,” kata Arpani Kades Pangkalan Benteng saat dikonfirmasi.

Batu bata yang diproduksi tersebut dipasarkan di wilayah Sumsel diantaranya Prabumulih, Sekayu dan Ogan Ilir. Diakui Arpani, dengan batu bata perekonomian warganya terbantu apalagi permintaan batu bata meningkat tiga bulan terakhir.

” Batu bata kita ini berbeda dengan yang lain. Kualitas tanah bagus dan hasil batu bata lebih keras. Itulah sebabnya pemrintaan batu bata disini meningkat termasuk dari luar Palembang,” jelasnya