Mudahkan Akses Informasi Kesehatan

ksehatanPANGKALAN BALAI – Untuk meningkatkan informasi kesehatan dan pendidikan pihak pengurus Tim Penggerak (TP) Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kab. Banyuasin melakukan jambore sekaligus pelatihan. Ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan dari para kader posyandu untuk warga Banyuasin.

“Kita harapkan dengan adanya jambore dan kegiatan ini para kader posyandu bisa menambah ilmu dan wawasannya. Agar bisa meningkatkan oelayanan kepada masyarakat,” kata Sekertaris PKK Banyuasin dr. Hj. Eka Mutika.

Dirinya menambahkan jika dari tahun 1986 hingga sekarang jumlahbposyandu yang semakin meningkat, diharapkan juga sebanding dengan pelayananya. Terutama para pengelolah dan kadernya, karena apa yang dilakukan oleh kader dan pemgelolah maka hasilnya akan menentukan kemajuan posyandu tersebut. Oleh karena itu kegiatan Jambore Kader Posyandu TP PKK 2016  diharapkan memperoleh hasil yang sesuai.

“Hasilnya nanti antara kain meningkatnya keterampilan, aktif dalam kegiatan binaan ibu dan anak, juga meningkatkan keterampilan kader posyandu itu sendiri,” katanya.

Peserta kegiatan ini adalah seluruh kader posyandu dari 19 kecamatan di Banyuasin, yang berjumlah 190 orang. Dan merekalah yang akan difokuskan untuk pelatihan ini.

Sementata Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr. M. Hakim mengatakan, jika menurut data jumlah posyandu di Banyuasin sebanyak 658 posyandu. Dengan jumlah kader sebanyak 3.252 orang, itulah yang diharapkan akan maksimal untuk melakukan pelayanan yang aktif dan lebih baik lagi untuk pelayanan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin sekarang melalui Tim Penggerak PKK Banyuasin, pada tahun 2017 mendatang telah merencanakan beberapa program unggulan diantaranya SMS (Stop Mising Sembarangan), Kampung Manis dan Rumah Cinta.

“Dengan adanya gerakan SMS ini, kata dia, diharapkan akan menjadikan masyarakat berprilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

‎Sedangkan Rumah Cinta, merupakan rumah penitipan Balita. Dimana para orang tua yang bekerja sehari-hari dapat menitipkan Balitanya sekaligus menjadi tempat pendidikan awal bagi Balita, dan pemantauan tumbuh kembangnya.

“Karena Rumah Cinta ini akan diintegrasikan dengan PAUD, BKB dan Posyandu. Jadi akan lebih baik jika bisa disinergikan dengan pembinaan anak dan remaja serta ruang baca atau perpustakaan,” katanya