Minimalisir Pemahaman Negatif Pelajar

skolahPANGKALAN BALAI – Untuk memberikan pemahaman internet secara positif, pihak sekolah pemahaman penggunaan internet. Dengan melatih edukasi, etika dan budaya, diharapkan dapat meminimalisir hal yang berakibat pada tindakan kriminal dan penyimpangan moral.

Dampak dari perkembangan teknologi dan informatika bukan hanya sekedar pada sisi positif saja, namun banyak imbasnya pada sisi negatif. Banyaknya penggunaan internet yang dilakukan secara negatif, dijadikan landasan untuk meminimalisir hal tersebut. Hal ini dikarenkan tidak adanya pemahaman yang diberikan oleh orang tua dan lembaga belajar, terhadap dampak dari penjelajahan di dunia maya tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri II Banyuasin I, Imran S.Pd. Dirinya mengatakan jika memang sekarang ini perkembangan teknologi tidak bisa ditutupi lagi, bahkan sudah sangat maju. Pelajar dan masyarakat umum pun bisa mengaksen internet dimanapu  dan kapanpun, namun yang jadi pertanyaan sekarang apakah yang dijelajah di dunia maya tersebut memberikan efek positif atau negatif kepada pengguna.

“Masyarakat dan terutama pelajar harus mengetahui dan memilih apa yang dijelajah tersebut. Apakah memberikan efek positif atau sebaliknya,” katanya.

Terlebih, siswa sekarang memang harus bisa dan mengetahui internet sebagai salah satu bentuk tambahan informasi dan untuk mendapatkan pelajaran. Namun terkadang disalah gunakan untu membuka website dan situs tertentu, yang dampaknya bukan memberikan informasi, malah memberikan edukasi yang buruk.

“Beberapa situs internet memberikan edukasi buruk terhadap pelajar, terlebih mereka sedang dimasa ingin mengetahui banyak hal,” katanya.

Seperti yang dilakuakan di sekolah yang dirinya pimpin, dengan melakukan dan memberikan pemahaman, kepada pelajar tentang penjelajahan internet secara sehat. Bisa diberikan saat melakukan pelajaran Teknik Informatika dan Komputer (TIK) disekolah, bukan hanya praktek komputer saja, namun pengajar juga memberikan pemahaman, mana yang diperbolehkan mana yang tidak. Tujuannya bukan agar pelajar memgetahui situs yang negatif, tapi pelajar mengetahui dampak buruknya.

“Nah disinlah peran sekolah terutama pengajar, untuk memberikan dampak positif bagi perkembangan IT,” katanya.

Sementara  Dr. Sofran Nurozi, MM. Sekalu Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin mengatakan, jika memang perlu peranan dari para pengajar untuk memberikan pemahaman kepada siswa, karena waktu mereka lebih bayak berada di sekolah.

“Memang peranan orang tua, terlebih pengajar penting, untuk memberikan pemahaman terhadap perkembangan IT di masa sekarang,” katanya.

Sekaligus, pemahaman ini dapat memberikan eduksi kepada pelajar, agar mengetahui dampak buruk dari penyalah gunaan internet. Selain itu banyak sekarang ini tindakan kriminal dilakukan oleh para pemuda yang masih bersatus pelajar, dan juga dibawah umur.

“Hal yang seperti inilah diharapkan, dapat mengantisipasi tindakan yang salah dan dapat berujung pada penyelewengan moral pelajar,” katanya.

Dirinya mengharapkan para pelajar menggunakan internet untuk pencarian edukasi dan tambahan informasi untuk belajar, bukan untuk mencari informasi yang merugikan