Keberadaan PKL Menimbulkan Kesan Kumuh

img_20161214_115252BANYUASIN –  ‎Keberadaan pedagang dengan gerobak yang berada di tepi jalan KM 12, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pasalnya, gerobak-gerobak pedagang yang berjejer disepanjang jalan mulai dari pintu gerbang selamat datang Kabupaten Banyuasin tersebut berada persis di tepi jalan dekat dengan drainase atau got. Sehingga sampah-sampah yang berasal dari pedagang, banyak yang menutupi saluran pembuangan air tersebut.

Selain itu, lokasi disana juga dijadikan tempat mangkal travel dan bus jurusan Palembang-Sekayu dan jurusan lainnya. Sehingga suasana dilokasi itu terlihat semakin kumuh.

“Sebenarnya kami sangat terpaksa nunggu travel disini, karena suasananya sangat tidak nyaman. Selain banyak kendaraan, juga banyak warung dan gerobak pedagang, jadi terkesan kumuh dan jorok,” ujar Rus (43) warga asal Sungai Lilin, Muba ketika ditemui dilokasi PKL saat menunggu travel, kemarin (14/12).

Menurut dia, seharusnya pemerintah setempat dapat menertibkan kawasan tersebut dari para PKL dan travel siluman.

“Agar lokasi tersebut dapat dijadikan kawasan pertokoan yang bersih dan bebas dari PKL. Apa lagi disini titik pertama tempat masuknya ke Kabupaten Banyuasin, jadi harus terkesan bagus,” kata dia.

Ujang (29) pekerja disalah satu Ruko dibelakang gerobak PKL diwilayah tersebut, mengatakan jika sebenarnya para pemilik toko banyak yang mengeluh dengan keberadaan gerobak-gerobak pedagang tersebut.

“Bosa saya sudah lama mengeluhkannya, karena gerobak-gerobak itu menutupi toko-toko dibelakanganya. Selain itu, banyak juga mobil-mobil travel yang parkir di halaman toko disini,” katanya.

Namun, sayangnya keluhan itu tidak digubris oleh pedagang PKL dan sopir-sopir travel tersebut. Sehingga pemilik usaha di ruko-ruko itu hanya bisa diam dan pasrah dengan kondisi tersebut.

“Kalau dipaksa, takutnya jadi masalah karena mereka banyak. Jadi kami hanya bisa diam saja,pernah mereka datang langsung dan bersikeras tetap ingin berdagang disini, jadi seakan-akan wilayah ini mereka yang menguasainya,” jelasnya.

Dia berharap, agar pihak pemerintah terkait dapat meertibkan PKL dan aktivitas travel gelap dilokasi tersebut. Agar wilayah itu menjadi bersih dan pemilik usaha di Ruko merasa tenang.

“Kalau begini pengusaha di Ruko jelas dirugikan, selain itu terlihat kumuh dan tidak sehat. Padahal ini ditepi jalan yang dilihat oleh banyak orang, kan malau kita kalau terlihat kumuh dan jorok seperti ini,” kata dia.

Sementara itu, Kasatpol PP Banyuasin, Drs Anthony Liando, mengatakan jika penertiban terhadap PKL di Kecamatan Talang Kelapa, tepatnya di sekitar gerbang KM 12 akan dilakukan pada Januari 2017 nanti.

“Kita tunggu anggaran baru, nanti segera bergerak menertibkan pedagang. Sejauh ini sudah sering (penertiban), namun PKL masih saja bandel,” singkatnya.‎