Gadis Penderita Hidrosefalus, Butuh Uluran Tangan

img_20161201_094128Untuk menyambung hidup, Leni (27) warga Palembang terpaksa mengemis di Pasar Pangkalan Balai. Tubuhnya terbaring terkulai, diatas tempat tidur yang dilengkapi roda dan sebuah payung supaya terhindar dari panasnya terik matahari. Gadis malang itu tidak sendirian ditemani sang kakak kedua bernama Siab (30). Akibat penyakit hidrosefalus yang dideritanya, membuat ia tak berdaya dan bisa tersenyum ketika menyapa pengunjung pasar yang lalu-lalang untuk meminta belas kasihan dan mengharapkan uang kecil dari pemberian orang lain. Siab (30) mengaku jika adik kandungnya itu menderita penyakit hidrosefalus sejak berusia tiga bulan. Leni tumbuh tidak normal seperti halnya anak-anak yang lain, semakin usianya bertambah, kepalanya juga makin besar.

Keluarga sudah membawa ke mana-mana untuk mengobati penyakit. Tapi keterbatasan biaya hingga membuat keluarga memutuskan untuk meminta bantuan orang lain. “Bapak saat itu sudah berulang kali membawa adik untuk berobat kerumah sakit. Tapi, tetap saja kepalanya membesar. Sebab cairan yang ada didalam kepala sulit dilakukan operasi,” katanya. Ia mengungkapkan selama ini telah mendapatkan bantuan pengobatan dari Dinas Kesehatan Palembang, namun besarnya biaya hidup sehari-hari tidak mampu merawat adiknya sehingga terpaksa mengemis untuk mengharapkan uluran tangan dari orang lain. “Harus ada yang menjaga dirumah seperti menyuapi makan dan minum, mandi, buang air besar dan kecil,”ungkapnya. Salah satu pengunjung Pasar Pangkalan Balai Santi mengatakan merasa prihatin dengan kondisi penyakit yang dideritanya. Menurutnya sudah sepantasnya para dermawan membantu untuk menyisikan uang kecil guna membiaya hidup sehari-hari mereka. “Tak tega melihatnya dengan memilik penyakit kepala besar dan hanya bisa terbaring dan berharap uluran tangan pengunjung Pasar,” katanya. Ia meminta instansi terkait membantu guna menangung biaya hidup mereka.” Percuma saja ada program pemerintah untuk keluarga yang miskin, kalau masih ada yang mengemis minta bantuan, jadi sasaran nya tidak tepat,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Banyuasin Roni Utama AP MSi turut prihatin, atas penyakit yang diderita Leni (27) warga Kota Palembang tersebut. Namun pihaknya berencana akan mengembalikan Leni ke tempat dia asal, jika dia terus mengemis di Kabupaten Banyuasin.“Karena dalam perda mengemis itu dilarang, jadi kami minta yang bersangkutan tidak lagi mengemis di Banyuasin, sebab ada aturannya tidak boleh mengemis. Kalau dia adalah warga Banyuasin, akan kita perhatikan dan akan kita berikan bantuan,” kata dia. Roni menegaskan, akan beroordinasi dengan Dinas Sosial Palembang untuk memikirkan nasib Leni, supaya tidak lagi meminta-minta di Banyuasin. “Kita akan berkoordinasi, supaya Leni diperhatikan Dinas Sosial Palembang,” pungkasnya