Dibuka Menteri Pendidikan, Ribuan Guru dan Siswa Hadiri Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan

PANGKALAN BALAI — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP membuka Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin. Didampingi Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH., Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan digelar di Graha Sedulang Setudung Pemkab Banyuasin, Kamis (28/02).

Lokasi acara dipenuhi ribuan peserta yang berasl dari siswa dan guru se Kabupaten Banyuasin. Rombongan sempat disuguhkan penampilan massal Tari Sedulang Setudung yang dipersembahkan 200 penari dari SMP/SMA/SMK se Kabupaten Banyuasin. Menteri didampingi Bupati meninjau stand pameran dan galeri budaya serta menyaksikan penampilan Musik Tradisional Tanjidor Gelebak Dalam.

Pelaksanaan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan untuk memotivasi dunia pendidikan agar lebih maju dan berprestasi pada masa yang akan datang. Hal ini Sejalan dengan Visi Misi Kabupaten Banyuasin melalui Program Banyuasin Cerdas

Dijelaskan Bupati, pada Banyuasin Cerdas akan digulirkan pembelian peralatan sekolah, pemberian bantuan siswa miskin, pemenuhan sarana TIK untuk Ujian Akhir, bantuan sekolah gratis, dan pemberian insentif kepada guru non PNS.

Bupati memastikan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Banyuasin akan selalu bersinergi terhadap program yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya atas nama Pemkab Banyuasin sangat berterima kasih atas partisipasi Pemerintah Pusat yang sudah memberikan bantuan Dana BOS, Biaya Operasional Penyelenggara PAUD, Program Indonesia Pintar, Tunjangan Guru, serta Dana Alokasi Khusus,” kata Askolani

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan pembangunan harus berorientasi pada pembangunan Sumber Daya Manusia. Institusi pendidikan seyogyanya meningkatkan kualitas manusia yang handal, cakap, dan berdaya saing.

Menurutnya Pendidikan bukan hanya sebagai kegiatan program saja tetapi sebuah gerakan dan budaya yang dibangun oleh satu ekosistem. Ekosistem pendidikan dan kebudayaan ini adalah sekolah, murid, guru, kepala sekolah, tenaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui gebyar pendidikan dirinya mengajak semua para pelaku pendidikan dan kebudayaan untuk mengambil peran dalam membangun dan meningkatkan mutu pendidikan dengan berlandaskan pada semangat gotong royong dan saling bahu membahu.

“Mari kita menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan kebudayaan itu sendiri, bergerak bersama dan saling bersinergi demi terciptanya generasi bangsa yang cerdas, berkarakter serta berbudaya sebagai mana cita-cita bangsa ini,” ujar Menteri

Pada kesempatan itu Bupati Banyuasin menyerahkan penghargaan Pengelola Dana BOS Terbaik kepada Warih Yusiati, S.Pd., M.Pd dari SDN 12 Talang Kelapa dan Asep Saeful Adha, MM dari SMPN 3 Air Kumbang.

(Diskominfo/PKP)