Bersama Bupati Supriono, Presiden Jokowi Tinjau Padat Karya Banyuasin

RAMBUTAN —- Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Banyuasin, Jum’at 13 Juli 2018. Kunjungan kerja kali ini merupakan rangkaian kegiatan Presiden RI di Sumatera Selatan 13-14 Juli 2018, setelah sebelumnya meninjau LRT dan melakukan penyerahan sertifikat tanah di BKB.

Presiden Jokowi kali meninjau program padat karya tunai di Banyuasin. Lokasi yang ia tinjau adalah Desa Pangkalan Gelebak Kecamatan Rambutan. Didampingi Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Jokowi meninjau pembangun desa yang dibangun menggunakan dana anggaran desa atau bantuan Padat Karya Tunai (PKT).

Dikatakan Presiden Jokowi, melalui Kemendes pembangunan di desa-desa dapat dilaksanakan secara maksimal. “Pembangunan menyentuh langsung ke masyarakat melalui Pemanfaatan infrastruktur desa berupa jalan desa dengan biaya yang dikucurkan sebesar Rp. 284 juta yang dikerjakan melalui padat karya tunai” kata Presiden Jokowi

Program padat karya tunai yang dibiayai dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu mempekerjakan sebanyak 300 orang. Mereka mengerjakan pekerjaan jalan berukuran lebar tiga meter dengan tinggi 20 centimeter sepanjang 300 meter. Pekerja dalam program padat karya itu mendapat upah senilai Rp. 95.000 per hari dan akan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 30 hari.

Jokowi menyebut program padat karya tunai memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat, serta mendongkrak perekonomian di desa. Selain Program padat karya, dana desa juga membangun kamar mandi dan Posyandu untuk masyarakat desa. Pemerintah juga mengalokasikan dana Rp 2 juta per kepala keluarga untuk pembuatan jamban keluarga. Diharapkan pembuatan jamban dapat mendukung sanitasi sehat bagi warga.

“Program padat karya dan Dana desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dapat dilihat dana desa dapat digunakan untuk irigasi, jalan desa, jamban keluarga, posyandu. Saya kira penggunaannya sangat efektif, dan empat tahun ini sudah kita berikan kurang lebih Rp 187 triliun kepada desa, kepada daerah,” kata Presiden Jokowi.

Sementara Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM mengaku senang dengan adanya dana desa dan Program Padat Karya Tunai dari Kemendes PDTT. Dirinya mengapresiasi beberapa program langsung yang sudah digulirkan seperti perbaikan jalan desa di Banyuasin.

Padat Karya Tunai yang merupakan program Pro Rakyat perlu didorong bersama dengan berbagai langkah strategis dan taktis, mulai dari sosialisasi kepada stakeholder Desa hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaannya, sehingga Dana Desa tersebut menjadi daya ungkit bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan program PKT Desa diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat miskin, pengangguran/ setengah pengangguran di Desa sehingga Dana Desa lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat” ujar Supriono

Dirinya berharap, selain digunakan untuk perbaikan akses jalan, pemerintah perlu memperbaiki sarana penunjang pertanian seperti irigasi dan tanggul dari sungai sehingga air luapan tidak masuk ke lahan sawah. “Apalagi sebagian besar wilayah Banyuasin berupa lahan pasang surut. Saya juga berterima kasih adanya Dana Desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat”, pungkasnya.

Di lokasi, Jokowi meninjau pengecoran jalan, kamar mandi, hingga posyandu. Para warga desa antusias menyambut kehadiran Presiden Jokowi. Turut mendampingi Menteri Desa, dan Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jendral Tito Karnavian, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, FKPD Banyuasin, Anggota DPRD Banyuasin, Kepala OPD Banyuasin, Camat, Kades, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama.

(Diskominfo/PKP)