Banyuasin Menuju Smartcity

 

PANGKALAN BALAI – Istilah Smart City atau Kota Pintar bukan lagi istilah baru di era digital sekarang ini. Berbagai kota besar di dunia telah menerapkannya sejak lama, terutama kota-kota besar di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Di Indonesia sendiri konsep Smart City telah diadopsi secara bertahap di bebarapa kota besar, seperti Surabaya dan juga Makassar. Smart City secara sederhana dapat diartikan sebagi upaya sebuah kota memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan menghubungkan berbagai sistem yang kompleks di dalamnya untuk mengatasi persoalan-persoalan pelayanan publik, mewujudkan kualitas hidup warganya dan menciptakan pembangunan berkelanjutan.

 

Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan rapat dengan tema “menjadikan kabupaten Banyuasin menuju smartcity guna meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat”, rapat diadakan di ruang rapat Wakil Bupati. Rapat dipimpin Plt. Bupati Banyuasin Ir, SA. Supriono, MM yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Dr. H. Firmansyah, MSc, dan Plt  Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA, serta dihadiri Kepala OPD dilingkungan Pemkab Banyuasin.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA mengatakan, bahwa Plt. Bupati sudah menandatangani MoU dengan kementerian dalam negeri tujuannya adalah mewujudkan komitmen Kab atau kota yang ultima se-indonesia, di Sumatera  yang terpilih untuk smartcity ada dua kota yang terpilih yaitu kota Jambi dan Kabupaten Banyuasin sedangkan di Sumsel hanya Kab. Banyuasin yang terpilih menjadi inkubator smartcity. “Kita (Banyuasin) memang belum sebagai smartcity, tapi Kab. Banyuasin sudah mempunyai cikal bakal untuk menuju ke arah smart city” ujar Erwin

Plt. Bupati Banyuasin dalam sambutanya dalam Amanat UU No 23 tahun 2014 terkait pengelolaan perkotaan serta pada pasal 357 ayat 4 yang berbunyi penyedian fasilitas pelayanan perkotaan / kabupaten baik yang di Banyuasin secara alami atau terencana ingin mendesain peta Pasial yang berisi informasi lengakap Banyuasin, mulai dari tingkat Kabupaten hingga kecamatan dan desa/kelurahan, misal tentang mutasi penduduk.

“Semoga adanya gerakan Smart City dapat memberikan kemudahan penerapan e-Goverment serta memberikan informasi pelayanan publik, informasi yang realtime sehingga memudahkan investor untuk mengetahui potensi daerah di Banyuasin, “ imbuhnya

Lebih lanjut Supriono menjelaskan bahwa Smart City harus mempunyai 6 Komponen anatara lain, Economy, people, governance, imobility dan smart environment. “Tentu diharapkan di suatu desa akan ada informasi tentang pendidikan, penduduk, kesehatan, wisata, dan data kondisi jalan.” harap Supriono.