Banyuasin ingin Pulihkan Hutan dan Gambut

 

 

PANGKALAN BALAI — Wakil Bupati Banyuasin selaku pelaksana tugas Bupati Banyuasin yang membuka secara langsung pertemuan Koordinasi Proyek Kelola Sendang dengan Pemerintah Kab. Banyuasin di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Kab. Banyuasin, menyampaikan keinginannyan dalam perbaikan dan pemulihan Hutan dan Gambut di wilayahnya. ” Diharapkan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang sejalan dengan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dengan mengurangi deforetasi dan memulihkan ekosistem hutan dan lahan gambut ” ungkap Wakil Bupati Banyuasin Ir. Supriono, MM Jum’at (10/03/17).

Koordinasi Proyek Kelola Sendang, dihadiri Kepala Bappeda dan Litbang Kab. Banyuasin, Project Director Kelola Sendang Zoological Society of London, para Delegasi Netherlands Development Organization, Delegasi Forest People Program / Hutan Kita Institute, Delegasi Daemeter, dan Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kab. Banyuasin.

Proyek kerja sama ini bertujuan  memadukan peran sektor baik pemerintah, swasta dan masyarakat setempat, yang berujung penyelarasan cara pandang persepsif semua pihak tentang pengolaan lahan gambut lebih tertata dan dapat lebih produktif.. “ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang sedang menjalankan inisiatif Kemitraan Pengelolaan Ekoregion dan Lanskap berkelanjutan di Sumatera Selatan” kata Suami Karwana, SE ini

Proyek Kemitraan Pengelolaan Lanskap Sembilang-Dangku (Kelola Sendang) memilih Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu jangkauan penelitiannya. Pemilihan Kab. Banyuasin ini sebagai salah satu titik penelitian yang cukup relevan mengingat Banyuasin merupakan Kabupaten terluas ketiga di Sumatera Selatan setelah Ogan Kemering Ilir dan Musi Banyuasin, dimana sebagian besar lahannya adalah gambut penting yang terancam oleh pembalakan liar, kebakaran, perambahan, dan perburuan spesies yang terancam punah. “Saya sampaikan apresiasi yang besar dan berharap dapat berkolaborasi dan bermitra dengan baik” lanjut Supriono.

Sementara Kepala Bappeda dan Litbang Kab. Banyuasin, Ir. Zulkifli Idrus, MTP dalam laporannya menyampaikan Kabupaten Banyuasin merupakan daerah penyangga pertumbuhan (hinterland) Kota Palembang terutama untuk sektor industri. Disisi lain bila dikaitkan dengan rencana Kawasan Industri dan Pelabuhan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin sangat besar peranannya bagi daerah disekitarnya sebagai pusat industri hilir, jasa distribusi produk sumberdaya alam baik pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan dan pertambangan.

Banyuasin juga dikarunia alam yang kaya raya karena memiliki Taman Nasional Sembilang. Merupakan area penting bagi keanekaragaman hayati, khususnya Harimau Sumatera. Lanskap Banyuasin merupakan rumah bagi ribuan jiwa yang terdiri dari campuran melayu, transmigran, dan pendatang independen yang mengolah lahan dan mencari penghidupan di bentangan lahan yang subur. (Tin)