Banyuasin Hadiri Rakor Statistik Se-IndonesiPALEMBANG

PALEMBANG — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Dr. Kecuk Suharyanto melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan Kepala Dinas Kominfo Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia. Rakor yang diselenggarakan melalui video conference ini dilakukan di Kantor BPS RI dan Kantor BPS Se Indonesia.

Untuk Provinsi Sumatera Selatan, rakor dilaksanakan di Kantor Dinas Kominfo Prov. Sumsel di Palembang yang diikuti Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Sumsel, Rabu (04/04). Kabupaten Banyuasin diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA yang didampingi Kabid Pengelolaan Data Informasi dan Statistik Rinawati, SE., dan Kasi Statistik Syarif Fathioni, SP.

Dalam arahannya, Kecuk Suharyanto memaparkan terkait statistik dasar yang dikumpulkan BPS, sementara statistik khusus diselenggarakan instansi dan sektoral, dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, atau masyarakat lainnya. “Banyak orang berpikiran, kalau berpikir data, sumber satu-satunya adalah BPS. Pemahaman itu nampaknya perlu kita luruskan.” jelas Kecuk.

Selanjutnya Kecuk nantinya, seluruh kementerian dan lembaga harus menggunakan satu data yang sama terbebas dari segala kepentingan masing-masing kementerian. Data tersebut harus valid dan akurat, untuk menunjang perencanaan pembangunan berjalan dengan baik. Saat ini sedang dibahas rancangan peraturan presiden terkait satu data Indonesia (Ranperpres SDI), yang melibatkan pusat data dan informasi (Pusdatin).

Sementara, melalui forum video conference Plt. Kepala Dinas Dr.Inanda Karina Astari Fatma S.Si.,M.Si menyampaikan usulan agar BPS dapat menganalisis maturitas Diskominfo daerah khusus untuk urusan statistik baik dari sisi sarana prasarana, SDM dan kelembagaan.

“Hasil dari analisis dimaksud sebagai salah satu dasar untuk membuat edaran kepada Gubernur se Indonesia untuk menegaskan tugas utama Diskominfo daerah dalam hal statistik sektoral. Karena perbedaan kesiapan karakteristik daerah juga akan menentukan output yg akan dihasilkan oleh masing-masing daerah” kata Plt. Kadiskominfo Prov Sumsel

Perempuan yang akrab disapa Nanda ini melanjutkan, dalam rangka mewujudkan Satu Data, BPS dapat merumuskan standar, prosedur dan sistem baik untuk pengolahan dan publikasi data juga menganut Azas Satu Sistem (One Single Data System) yang mengintegrasikan data nasional dan daerah.

“Jika dimungkinkan BPS sebagai Lead Statistik yg dianggap telah siap dari sisi sistem, khusus utk sistem publikasi data kiranya dapat menjadikan sistem yg dimiliki BPS sebagai sistem utama dan sistem statistik sektoral daerah masuk pada sistem dimaksud (misal website, aplikasi dll)” lanjut Nanda

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim turut mengusulkan BPS selaku pembina statistik siap memfasilitasi daerah melalui Dinas Kominfo untuk meningkatkan SDM statistik melalui asistensi, bimtek dan tugas belajar.

Ia menjelaskan beberapa perbedaan antara statistik dasar dan sektoral, perlu diadakan kerjasama antara Diskominfo dan BPS daerah sehingga berjalan baik. “Lebih lanjut, perlu penekanan akan penting nya satu data di tiap daerah agar terwujudnya data terintegrasi dan interprobalitas” sambungnya.