Akhirnya Desa Akan Dapat Website Gratis

eePANGKALAN BALAI – Sebanyak 70 website disiapkan oleh Dishubkominfo Kabuoaten Banyuasin untuk diberikan secara gratis ke desa. Ini dilakukan agar desa dapat memperlihatkan hasil kerja hingga laporan managemenr yang sudah dilaksanakan, sekaligus memperkenalkan potensi desa ke luar.

“Nantinya website ini akan diberikan secara gratis, dan pihak Desa harus memaksimalkan fungsinya,” kata Kepala Dishubkominfo Banyuasin Supriadi melalui Kabid Kominfo Dishub Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim.

Sebanyak 70 website ini akan dibuat dan diberikan ke desa yang ada di Kabuoaten Banyuasin secara gratis, biaya merupakan dana dari Pemkab Banyuasin. Ini dilakukan untuk menopang informasi yang ada di Desa, untuk pengoprasiannya, pihak Dishubkominfo akan memberikan pelatihan kepada pegawai di desa, agar berjalan maksimal. Isi website ini sendiri diharapkan mampu menjadi media untuk masyarakat melaporkan perkembangan hingga pengaduan, terkait kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur yang ada.

“Kita harapkan ini berjalan maksimal, oleh karena itu akan ada pelatihan bagi pegawai kantor desa yang akan memegang website ini,” katanya saat ditemui diruangan.

Untuk dilapangan, pihak desa hanya menyiapkan kuota internet ataupun modem, untuk bisa mengoprasikan web ini, pihak pemkab dan Kominfo Banyuasin hanya memberikan website secara gratis. Dan sekarang sedang masa pembuatan website dan pengembangan, agar nantinya bisa maksimal, ditargetkan pada tahun 2017 website ini akan selesai.

“Tidak ada biaya sama sekali, karena ini dari Pemkab, namun desa hanya menyiapkan kuota internet ataupun modem,” katanya.

Sementara Kepala Desa Sukadamai Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin, Ahmad Lamiran. Mengatakan jika memang ini dilajukan maka bisa menjadi salah satu opsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan Pemerintah. Karena warga baik dari dalam dan luar tidak perlu bertanya lagi jika ingin mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Desa, dan kemajuannya.

“Ini sangat bagus, bisa menjadi sarana pengembangan informasi desa,” katanya.

Selain memang beberapa saat lalu, banyak pihak swasta sudah menawarkan hal yang sama, namun biaya yang harus disiapkan untuk membuat website cukup besar.

“Sempat memang ada yang menawarkan, namun biaya cukup besar. Dengan hal ini bisa membantu dan menghemat anggaran,” katanya.

Namun dirinya menambahkan, jika selain website ini, pihak Pemerintah ikut membangun dalam hal jaringan internet, karena diwilayahnya masih susah akses internet, bahkan signal hanya betada di range 2G saja. Ditakutkan hal ini juga menjadi salah satu penyebab masalah dilapangan saat pengoprasiannya.

“Diharapkan nantinya Dishubkominfo Banyuasin juga diberitau bagaimana antisipasi jaringan internet dan wifi di Desa kami,” katanya.